Ini Dia 5 Usaha Peningkatan Hasil Agraris Paling Umum

Salah satu sebutan negara Indonesia berupa negara agraris yang merupakan negara dengan sebagian besar masyarakatnya bekerja dan beraktivitas di bidang pertanian dan perkebunan. Oleh karenanya, ada berbagai usaha peningkatan hasil agraris umum diterapkan untuk dukung kelancaran, serta berkembangnya aktivitas pada bidang satu ini.

Indonesia sendiri terkenal akan keberadaan tanah subur luas di berbagai daerah yang memiliki potensi besar menghasilkan hasil agraris berkualitas baik. Hasil tersebut pun telah menjadi jenis produk yang banyak diekspor ke luar negeri, sehingga membantu pertumbuhan ekonomi negara dan masyarakat.

Apa yang Dimaksud dengan Usaha Peningkatan Hasil Agraris?

Agraris adalah hal-hal yang berhubungan dengan pertanian dan tanah pertanian, sehingga agraris bisa berhubungan pada bidang pertanian, perkebunan, serta aktivitas di dalamnya. Arti usaha peningkatan agraris yaitu cara dengan menerapkan metode tertentu untuk mendapat hasil pertanian lebih banyak dan maksimal.

Selain karena sebagian besar masyarakat bekerja dan melakukan aktivitas di bidang pertanian, maupun keberadaan lahan yang luas, sebutan Indonesia sebagai negara agraris juga tidak lepas dari jenis dan rupa sumber daya alamnya yang cenderung lebih beraneka ragam. Contoh agraris seperti padi, jagung, kopi, singkong, gandum, dan banyak lagi.

Sehingga untuk mampu dapatkan hasil agraris sesuai harapan dan target, para pelaku pada bidang ini membutuhkan sejumlah usaha yang berlandasan cara atau metode tertentu. Sebab bukan hanya hasilnya, tetapi kesuksesan dari kegiatan pada sektor pertanian berpengaruh besar terhadap kesejahteraan masyarakat.

Bagaimana Usaha Peningkatan Hasil Agraris Dilakukan?

Terdapat lima macam usaha dalam peningkatan hasil agraris yang umum diterapkan oleh para pelaku sektor pertanian dan perkebunan, berupa:

1. Usaha Peningkatan Hasil Agraris dengan Intensifikasi

Pertama ada peningkatan dengan metode intensifikasi. Intensifikasi memiliki arti mengembangkan produktivitas lahan dengan optimalkan dan maksimalkan yang sudah ada. Peningkatan dengan metode ini bisa diartikan menjadi usaha peningkatan hasil tanpa memperluas lahan, melainkan memanfaatkan faktor produksi yang ada.

Dalam penerapannya, penggunaan pupuk dan bibit dengan kualitas bagus, memaksimalkan sistem pengairan, melakukan pemeliharaan, pembasmian hama, hingga mengadakan penyuluhan menjadi beberapa langkah dasar.

Bentuk usaha ini bisa menjadi solusi jika dari segi lahan tergolong terbatas atau tidak memungkinkan untuk diperluas, atau juga tidak memungkinkan untuk menambahnya.

Intensifikasi ini berguna dalam menambah waktu panen yang awalnya hanya satu kali setahun, tetapi karena bibit yang dipakai merupakan bibit unggul, serta aplikasi pupuk berkualitas, maka panen bisa menjadi dua sampai tiga kali dalam setahun.

2. Usaha Peningkatan Hasil Agraris dengan Ekstensifikasi

Berbanding terbalik, usaha yang juga banyak diterapkan yaitu metode ekstensifikasi caranya dengan penambahan atau perluasan lahan. Contoh kegiatannya seperti membuka lahan yang sebelumnya berupa semak belukar, membuka area rawa-rawa, mengolah kawasan pertanian yang sudah mati, dan lain sebagainya.

Penerapan usaha peningkatan dengan metode ini lebih banyak di luar Jawa atau di area yang jauh dari aktivitas penduduk. Di Indonesia beberapa daerah yang jauh dari aktivitas penduduk dan jauh dari pemukiman masih banyak memiliki lahan luas yang belum alami pengolahan dan pemanfaatan sebagai lahan pertanian.

3. Usaha Peningkatan Hasil Agraris dengan Diversifikasi

Usaha Peningkatan Hasil Agraris
Usaha Peningkatan Hasil Agraris

Berikutnya ada metode diversifikasi, metode yang dalam penerapannya tidak fokus hanya pada jenis pertanian atau perkebunan tertentu. Tujuannya agar tidak ketergantungan dengan satu atau dua jenis hasil agraris saja.

Peningkatan hasil agraris menggunakan metode diversifikasi adalah usaha menambah keragaman jenis tanaman dalam kegiatan pertanian untuk hindari ketergantungan. Bentuk penerapan usaha diversifikasi caranya menanam lebih banyak jenis tanaman, membangun dan mengadakan kegiatan selain bertani seperti beternak.

Pada dasarnya diversifikasi menggambarkan kegiatan pertanian yang lebih beraneka ragam. Misalnya, menanam tiga jenis tanaman yang mampu panen dalam satu waktu yang sama seperti menanam singkong dan cabai di satu area lahan.

4. Usaha Peningkatan Hasil Agraris dengan Rehabilitasi

Metode rehabilitasi atau rehabilitasi pertanian adalah kegiatan penyempurnaan sistem produksi pertanian. Kegiatan yang umum dilakukan berupa perbaikan lahan yang pada awalnya bukan merupakan lahan produktif, menjadi produktif.

Usaha peningkatan hasil agraris rehabilitasi menggunakan metode ini bisa juga berhubungan dengan peningkatan hasil agraris dengan intensifikasi. Langkah-langkahnya seperti memperbaiki dan optimalkan sistem perairan (irigasi), lalu pengolahan lahan untuk jadi lahan subur.

Selain itu dalam mendukung produktivitas kegiatan pertanian dan perkebunan, metode rehabilitasi bisa juga dengan pembangunan pabrik pupuk yang menghasilkan pupuk berkualitas sesuai kebutuhan.

5. Usaha Peningkatan Hasil Agraris dengan Mekanisasi

Kemudian ada metode mekanisasi dalam usaha meningkatkan hasil agraris. Pada metode ini mengandalkan sejumlah peralatan dalam kegiatan pertanian dan perkebunan. Tidak hanya tingkatkan hasil agraris, usaha ini juga bertujuan untuk ciptakan aktivitas yang lebih efisien dan efektif.

Contohnya, mengganti peralatan manual menjadi peralatan yang menggunakan tenaga listrik.Tentu akan sangat berbeda dari segi efisiensi, maupun efektivitas, bukan? Hal ini juga jadi wujud pemanfaatan perkembangan teknologi di bidang pertanian.

Masing-masing metode atau cara dalam usaha meningkatkan hasil agraris memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa sesuai dengan kebutuhan pada kegiatan pertanian. Kondisi setiap lahan pun berbeda-beda, sehingga solusinya ikut berbeda. terpenting, usaha yang dipilih tepat dan terbukti efektif.

Penyebab kurang maksimalnya hasil agraris di lahan-lahan di Indonesia sangat beragam, bisa karena faktor cuaca, sumber daya, keterbatasan alat, dan lain-lain. Sebabnya, usaha peningkatan hasil agraris akan memberi dampak besar bagi sektor pertanian Tanah Air, utamanya dalam meningkatkan kualitas panen.

Penulis: Amelia Novani
Editor: Reskia Ekasari

Bagikan:

Tinggalkan komentar