8 Cara Ternak Ikan Hias di Lahan Sempit Mudah & Untung

Cara ternak ikan hias di lahan sempit banyak ditanya oleh para calon peternak. Jangan ragu, segera praktekkan caranya di artikel ini.

Ikan hias menjadi salah satu hewan yang banyak dilihat sebagai hewan peliharaan manusia. Memelihara ikan dinilai mampu mengurangi stres pada pemiliknya. Apalagi corak dan bentuk ikan hias sendiri ada banyak dan sangat cantik.

Peluang usaha ikan hias pun semakin terbuka lebar apalagi di era pandemi seperti ini. Ternak ikan hias di lahan sempit bisa menjadi pilihan untuk membuka usaha dengan tempat yang terbatas. 

Ternak Ikan Hias di Lahan Sempit

Ternak ikan di lahan sempit bisa dilakukan di rumah dengan membuat kolam ikan sederhana atau memeliharanya dalam aquarium. Sebaiknya memilih ikan hias yang berukuran kecil supaya tidak terlalu makan tempat. Contoh ikan hias yang bisa dipelihara di lahan sempit adalah : 

  1. Ikan Cupang
  2. Ikan Guppy 
  3. Ikan Molly
  4. Ikan Golden Black
  5. Ikan Sepat Mutiara 
  6. Ikan Discus
  7. Ikan Mas Koki

Ikan kecil di atas bisa jadi pilihan  ternak ikan hias yang paling menguntungkan karena modalnya kecil, perawatan tidak ribet, sangat mudah berkembang biak, banyak peminatnya, dan memiliki harga jual yang stabil di pasaran. Beberapa jenis diantaranya bisa memiliki harga tinggi hingga jutaan rupiah. 

Cara Ternak Ikan Hias 

Ternak ikan hias kecil bisa anda pilih sebab bisa dibudidayakan di lahan yang sempit. Selain itu ikan hias kecil banyak diminati karena cocok ditempatkan dalam aquarium model apa saja misalnya aquarium aquascape. 

Langkah-langkah ternak ikan hias di lahan sempit yang baik dan benar adalah sebagai berikut: 

1. Memilih Jenis Ikan 

Ikan hias jenisnya ada banyak sekali. Nah kamu boleh memilih ikan mana yang sekiranya cocok untuk di kembangkan biak kan. Boleh lebih dari 1 jenis misalnya ikan Guppy, ikan cupang, dan ikan molly. Ketiga jenis ikan tersebut sedang banyak diburu kolektor. 

2. Menyiapkan Wadah Tempat Tinggal Ikan 

Karena dibudidayakan di lahan sempit kamu cukup menyiapkan wadah kecil saja berupa ember, kotak styrofoam, atau akuarium kecil. Jangan lupa pasang peralatan yang dibutuhkan seperti filter air dan oksigen.  

Minimal memiliki 4 wadah dengan fungsi yang berbeda. Pertama wadah untuk indukan ikan, wadah untuk pemijahan, wadah untuk penetasan, wadah untuk pembesaran. Ukuran wadah dapat disesuaikan dengan jumlah ikan, sedangkan tingginya minimal 30 cm untuk pemijahan dan penetasan. Sedangkan untuk indukan dan pembesaran minimal memiliki tinggi 50 cm atau lebih. 

3. Menentukan Lokasi Ternak Ikan Hias

Ternak Ikan Hias di Lahan Sempit
Lokasi Ternak Ikan Hias di Lahan Sempit

Lokasi untuk ternak ikan hias di lahan sempit yang baik adalah tidak terkena sinar matahari langsung, lebih baik jika berada dalam ruangan atau tempat yang teduh. Memiliki sirkulasi udara yang baik dan suhu ruang yang stabil. Misalnya, di dalam rumah atau teras rumah. Nah, kalo lahan sempit sih cocok sekali beternak ikan hias.

4. Memilih Indukan 

Sebelum memilih indukan sebaiknya kamu mencari tau dulu perbedaan jantan dan betina dari ikan yang kamu mau. Misalnya ikan Guppy jantan memiliki ciri fisik tubuh ramping dan panjang, warna terang dan kontras, dan ekor lebih besar seperti kipas. Sedangkan ikan Guppy betina memiliki ciri fisik tubuh lebih bulat dengan warna tubuhnya lebih dark atau kusam, dan ekor lebih pendek. 

Pengetahuan dasar ini harus kamu ketahui sebelum membeli indukan agar bisa memperoleh indukan berkualitas baik. Usia indukan ikan tidak sama namun rata rata berusia 4 bulan. Corak dan kondisi fisik indukan sangat berpengaruh pada keturunannya. Ternak ikan hias yang paling mudah untuk dikembangkan adalah ikan Guppy dan ikan Cupang. 

5. Memisahkan Indukan 

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk ternak ikan hias di lahan sempit selanjutnya adalah memisahkan indukan jantan dan betina ke wadah yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan mental dan fisik ikan. Jangan lupa untuk rajin mengganti airnya 1-3 hari sekali dengan cara mengeluarkan ⅓ airnya kemudian diisi dengan air bersih yang baru. 

6. Melakukan Proses Pemijahan 

Pemijahan merupakan proses pengawinan ikan agar ikan betina dapat bertelur. Kamu bisa melakukan pemijahan alami atau buatan. Pemijahan alami bisa dilakukan dengan cara memasukkan ikan betina dan jantan dalam satu wadah. Bisa dilakukan dengan rasio jantan betina 1:2 atau 1:5. 

7. Penetasan Benih 

Kenali dulu berapa lama fase ikan hias yang kamu pelihara dari kehamilan sampai bertelur. Misalnya ikan Guppy lama proses kehamilan sekitar 3-4 Minggus setelah pemijahan. Maka kamu harus mempersiapkan wadah yang sesuai agar proses pemijahan dapat berjalan lancar.

Jangan lupa menambahkan aerasi atau oksigen ke dalam wadah pemijahan stel kekuatannya agar tidak merusak telur atau larva ikan. Kira-kira begitu bagian penetasan benih saat ternak ikan hias di lahan sempit.

8. Pembesaran 

Setelah larva ikan mulai dewasa pindahkan ke wadah pembesar. Ikan muda biasanya belum memiliki corak warna yang cantik. Oleh sebab itu, wadah pembesaran harus terkena sinar matahari, kamu bisa menggunakan wadah dari kaca. Tambahkan beberapa tanaman air seperti eceng gondok untuk tempat berteduh ikan. 

Cara Merawat Ikan Hias

Ketika muncul pertanyaan apa saja yang harus dilakukan dalam proses pemeliharaan dan pembesaran ikan hias? Jawaban untuk ternak ikan hias di lahan sempit saat merawatnya adalah sebagai berikut: 

1. Penentuan Ukuran Aquarium

Ukuran aquarium harus disesuaikan dengan jumlah ikan yang ada didalamnya serta ukuran ikan. Jika tempatnya terlalu sempit bisa membuat ikan stres dan mudah mati. 

2. Lokasi Aquarium

Ternak ikan hias di rumah memang bisa dilakukan tapi harus memperhatikan tempatnya penyimpannya. Sebaiknya dijauhkan dari jangkauan anak anak, tidak terkena sinar matahari langsung, dan aman dari gangguan binatang. 

3. Air

Ternak Ikan Hias di Lahan Sempit
Ternak Ikan Hias di Lahan Sempit

Air merupakan habitat ikan jadi perhatikan jenis ikannya berasal dari mana air laut atau air tawar. Kebersihan air juga harus turut dijaga, sebab ikan hias lebih senang dengan air yang jernih. Agar tidak selalu membersihkan aquarium kamu bisa menyiasatinya dengan memasang filter air. 

4. Menjaga Kadar pH Air

Saat kamu ternak ikan hias di lahan sempit, penting sekali memperhatikan pH ini. Dikenal juga dengan tingkat keasaman air, pH sangat berpengaruh pada kehidupan ikan di dalamnya. pH yang tidak pas bisa memicu kematian pada ikan. Sebaiknya cek kadar pH secara berkala terutama setelah mengganti air. 

5. Suhu

Ikan hias termasuk hewan yang rentan dengan perubahan suhu ekstrim. Jadi sebaiknya meletakkan akuarium atau wadah ikan di tempat yang memiliki suhu stabil, jangan letakkan wadah ikan dekat jendela sebab sinar matahari yang masuk bisa meningkatkan suhu air. 

6. Oksigen

Berikanlah aerasi pada aquarium untuk menjaga pasokan oksigen. Jika ikan dipelihara dalam aquarium keberadaan aerasi menjadi sangat penting. Kekurangan oksigen bisa memicu stres pada ikan dan berakibat pada kematian. 

7. Memberi Makan

Pemberian makan ikan hias sebaiknya dilakukan 2x sehari saat pagi dan sore. Jangan terlalu banyak memberi makan agar aquarium tidak cepat kotor. Jenis makanan yang bisa kamu berikan diantaranya kutu air, artemia, cacing sutra, pakan ikan instan dan masih banyak lagi. 

Ternak ikan hias di lahan sempit sangat cocok untuk masyarakat perkotaan yang memiliki lahan terbatas. Tak perlu membuat kolam besar cukup beberapa akuarium saja sudah jalan. Modal kecil namun memiliki keuntungan besar sebab tingkat produktivitas ikan sangat tinggi sekali bereproduksi dapat menghasilkan ratusan butir telur sekaligus. Sekian dan terimakasih. 

Bagikan:

Tinggalkan komentar