Tips Mudah Ternak Ayam Petelur 100 Ekor Bagi Pemula

Ayam petelur merupakan ayam betina dewasa yang dikhususkan untuk diambil telurnya saja, tingginya permintaan telur di masyarakat membuat usaha ini memiliki potensi yang sangat besar. Hanya dengan modal kecil bisa meraup untung jutaan rupiah. Ternak ayam petelur 100 ekor cocok dijadikan awalan bagi pemula. Nah dibawah ini ada cara lengkap budidaya ayam petelur anti gagal. Simak sampai habis ya!

Cara Ternak Ayam Petelur 100 Ekor

Cara ayam petelur 100 ekor tidak terlalu sulit. Caranya pun hampir sama dengan beternak unggas lainnya. Nah biar gak penasaran lagi langsung masuk intinya yuk. 

1. Mengenali Jenis Ayam Petelur

Jenis ayam petelur yang biasa dibudidayakan di Indonesia ada 2 yaitu ayam coklat dan ayam putih. Beda jenis ayam beda pula harga jualnya dan besar keuntungan yang bisa diperoleh. 

Perbedaan ayam putih dan coklat:

Ayam putih : 

  1. Telurnya berwarna putih. 
  2. Ukurannya relatif kecil. 
  3. Ayam ini paling banyak dijumpai di pasaran sebagai ayam potong. 
  4. Bobotnya lebih ringan dibanding ayam coklat. 
  5. Lebih sensitif terhadap suhu udara yang panas serta kebisingan. 

Ayam coklat : 

  1. Telurnya berwarna coklat. 
  2. Ukuran telur lebih besar dibanding ayam putih. 
  3. Telurnya banyak dijumpai di pasaran. 
  4. Lebih mudah menjual telur coklat dibanding telur ayam putih. 
  5. Harga lebih mahal dibanding ayam putih. 
  6. Harga ayam lebih mahal dibanding ayam putih. 
  7. Ayam bisa diambil dagingnya namun tekstur daging sedikit alot. 

2. Memilih dan Mencari Bibit Unggulan

Cara ternak ayam petelur 100 ekor yang sekanjutnya adalah memilih dan mencari bibit. Bibit yang baik akan menghasilkan telur yang baik pula. Oleh sebab itu kamu harus benar benar teliti dan jeli dalam memilih bibit ayam petelur yang unggul. Dalam hal pemilihan bibit kamu bisa memilih cara membeli bibit ayam dari petani atau menetaskan sendiri dari telurnya. 

Ciri ciri bibit ayam petelur yang baik : 

  1. Sehat.
  2. Tidak ada cacat fisik atau mental. 
  3. Lincah dan aktif. 
  4. Bulu cerah dan mengkilap. 
  5. Berasal dari indukan yang berkualitas. 
  6. Memiliki berat badan ideal. 
  7. Memiliki nafsu makan yang baik. 

3. Menyiapkan Kandang Ayam 

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan kandang ayam yang sesuai. Besarnya kandang bisa disesuaikan dengan banyaknya ayam yang mau dipelihara. Ada 2 jenis kandang yang bisa kamu pilih diantaranya : 

  1. Kandang umbaran 

Konsep kandang India salah dengan menempatkan ayam dalam jumlah tertentu dan alam satu kandang tanpa adanya penyekatan. Kandang ini cocok digunakan bagi bisnis ayam petelur skala kecil. Sayanya metode kandang satu ini menyulitkan peternak untuk mengambil telur ayam. 

  1. Kandang baterai

Kandang jenis ini paling banyak digunakan pada pebisnis telur ayam. Sebab dalam 1 kandang hanya diisi 1 ekor ayam saja. Sayangnya kandang ini memerlukan modal dan lahan yang lebih luas. Keuntungan dari kandang ini adalah peternak ayam jadi lebih mudah mengumpulkan telur. 

4. Menentukan Lokasi Peternakan

Memilih lokasi peternakan ayam petelur sebaiknya jauh dari pemukiman warga. Sebab usaha ini bisa menimbulkan bau tidak sedap dan membuat lingkungan menjadi tidak nyaman. Untuk menghindari konflik dengan warga sekitar kamu bisa membuat kandang di ladang atau pinggir sawah.

5. Memberi Makan dan Minum Ayam

Agar bisa menghasilkan telur yang berkualitas baik pakan dan minumnya harus diperhatikan. Sebaiknya berikan pakan yang memiliki nutrisi dan protein yang tinggi. Misalnya tepung ikan, sentrat, dan jagung. Pemberian pakan khusus bibit ayam dibagi menjadi 2 yaitu starter dan finishing.

Starter diberikan pada awal kehidupannya sampai 4 Minggu. Sedangkan finishing diberikan pada minggu ke 5 sampai 6. Jangan lupa untuk memberikan vitamin tambahan agar ayam ayam petelur menjadi lebih sehat dan rajin bertelur. 

Jangan lupa untuk selalu memberikan persediaan minum untuk ayam, perhatikan pula kualitas airnya dan rajin mengganti dengan air bersih yang baru. Untuk mengurangi resiko stres kamu bisa memberikan obat stres pada ayam dengan mencampurkannya ke dalam air minum. 

6. Menjaga Kebersihan Kandang

Lingkungan yang bersih dapat meningkatkan kualitas telur yang dihasilkan. Oleh sebab itu bersihkan kandang ayam dari kotorannya minuman 1x dalam sehari. 

  • Vaksinasi Ayam 

Ayam petelur termasuk jenis unggas yang rawan terserang penyakit akibat bakteri dan virus yang bisa mempengaruhi kualitas telur yang dihasilkan. Teror paling menakutkan dari penyakit ayam adalah flu burung yang bisa mengakibatkan kematian masal ayam yang berakibat pada kerugian. Oleh sebab itu jangan malas untuk memvaksinasi ayam kamu. Jika tidak bisa melakukan sendiri bisa minta tolong pada tenaga profesional. 

  • Waktu Panen Telur 

Ayam petelur bisa menghasilkan telur setiap hari, namun waktu bertelur ayam satu dengan yang lainnya berbeda, oleh Senna itu biasanya peternak akan mengumpulkan telur sebanyak 3 kali sehari yaitu waktu pagi, siang, dan sore. Telur yang dihasilkan tidak semuanya memenuhi standar pasar jadi perlu dilakukan sortir terlebih dahulu. 

Sebagai gambaran hasil ayam petelur 100 ekor jika sehari 1 ayam mampu bertelur sebanyak 1 butir maka dalam sehari bisa mendapatkan 100 butir telur. 1 kg biasanya berisi 15-16 butir telur dengan harga jual mengikuti harga pasar. Sebab harga jual telur ayam tidak stabil. 

Ciri ciri telur yang memenuhi standar pasar : 

  1. Memiliki ukuran normal tidak terlalu besar atau kecil. 
  2. Bentuknya oval atau sedikit oval, tidak boleh bundar sempurna atau gepeng. 
  3. Telur tidak retak. 
  4. Jika dimasukkan air telur harus tenggelam. 
  5. Memiliki kulit tipis. 

Ukuran Kandang Ayam Petelur 100 Ekor

Berikut adalah contoh ukuran kandang ayam petelur 100 ekor umbaran yang bisa dijadikan referensi : 

Budidaya ayam petelur 100 ekor masuk dalam ternak ayam skala kecil jadi tidak membutuhkan kandang yang terlalu luas. Jika menggunakan kandang umbaran maka hanya memerlukan kandang seluas 12 meter persegi saja. Ukuran kandang bisa disesuaikan dengan bentuk lahan misal 2 x 6 m atau 4 x 3 m. 

Kamu bisa memanfaatkan lahan dirumah yang tidak terlalu misalnya halaman belakang rumah. Dengan perawatan yang baik dan rajin membersihkan kotornya bisa meminimalisir resiko tetangga protes akibat bau tidak sedap. Kandang bisa dibuat dengan bambu, kayu, atau besi. 

Modal Ternak Ayam Petelur 100 Ekor

Mau tau berapa modal awal ternak ayam petelur 100 ekor? Cuss intip ulasan di bawah ini ! 

Modal : 

Kandang = Rp 300.000 untuk membeli bambu dan biaya pembuatannya. 

Membeli bibit = Harga per Minggu bibit ayam pullet adalah Rp 4.500. diasumsikan membeli bibit pullet usia 4 Minggu @Rp 4.500 x 4 x 100 = Rp 1.800.000 

Pakan per kg Rp 6.000 x 11 kg x 30 hari = Rp 1.980.000.

Biaya operasional : 

Biaya bibit = Rp 1.800.000
Pakan sebulan = Rp 1.980.000
Vitamin = Rp 100.000
Vaksin = Rp 2.000 x 100 ekor = Rp 200.000
Biaya lain lain = Rp 50.000
Total = Rp 4.130.000

Pendapatan :

Keuntungan ternak ayam petelur 100 ekor adalah sebagai berikut : 

Pendapatan per hari :

Dalam satu hari ayam mampu menghasilkan 100 butir telur atau sekitar 6 kg. 

Maka 6 kg x Rp 24.000 = Rp 144.000

Pendapatan dalam sebulan :

Pendapatan bulanan – biaya operasional (tanpa bibit) 

Rp 144.000 x 30 hari = Rp 4.320.000

Rp 4.320.000 – Rp 2.330.000 = Rp 1.990.000 

Dalam 1 periode ayam memiliki masa produktivitas selama 2 tahun. Jadi analisa ternak ayam petelur 100 ekor mendapatkan untung atau rugi dapat dilihat setelah habis masa periode dengan cara pendapatan selama 2 tahun dikurangi modal awal. 

Tanya Jawab Seputar Modal Ternak Ayam Petelur

Berikut ini kami punya estimasi untuk modal ternak ayam petelur dalam jumlah lainnya:

Berapa Modal Ternak Ayam Petelur 500 Ekor ?

Ternak ayam petelur 500 ekor masuk kedalam ternak skala menengah modal yang dibutuhkan berkisar antara 50 juta rupiah hingga 60 juta rupiah. Modal ini nantinya digunakan untuk membeli pullet, membuat kandang, sewa lahan, pembelian pakan, pembelian vaksin dan vitamin, serta biaya lainnya seperti instalasi listrik dan biaya transportasi. Biasanya kandang yang digunakan pada peternakan skala menengah hingga besar adalah kandang baterai.

Berapa Modal Ternak Ayam Petelur 50 Ekor ?

Modal yang dibutuhkan untuk ternak ayam 50 ekor kurang dari  5 juta rupiah. Modal ini digunakan untuk membuat kandang bisa umbaran atau baterai. Kalau mau yang hemat bisa pakai baterai.
 
Kemudian dibutuhkan untuk biaya pembelian pullet. Semakin tua umur pullet semakin mahal harganya. Biaya pembelian pakan, biaya vitamin dan vaksin. Kandang untuk pelihara ayam ini tidak terlalu besar bisa dipelihara di lingkungan rumah seperti halaman belakang, samping, teras , atau bagian atap rumah. Namun, jika tidak memiliki lahan bisa menyewa lahan.

Berapa Modal Ternak Ayam Petelur 20 Ekor ?

Modal yang dibutuhkan untuk ternak ayam 20 ekor adalah sebagai berikut : 
Biaya pembuatan kandang ukuran 3×3 meter : Rp 300.000 
Biaya bibit pullet usia 8 Minggu : Rp 36.000 x 20 ekor = Rp 720.000.
Biaya pakan sebulan = 1 ayam rata rata makan sebanyak 1 ons per hari x 20 ekor = 20 ons atau 2 kg x 30 hari = 60 kg. Per kg @Rp 6.000 x 60 kg = Rp 360.000
Biaya vitamin dan vaksin Rp 100.000
Biaya lain lain = Rp 50.000
Total = Rp 1.530.000

Jadi, kisaran modal yang dibutuhkan untuk budidaya ayam petelur 20 ekor sekitar Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000. biaya bisa berubah tergantung jenis kandang yang akan digunakan dan lahan. 

Berapa Ternak Ayam Petelur 10 Ekor ?

Modal yang dibutuhkan untuk budidaya ayam petelur 10 ekor biasanya kurang dari Rp 1.000.000. Budidaya ayam dalam jumlah sedikit bisa dilakukan dalam lingkungan tempat tinggal asal memperhatikan kebersihannya. Budidaya ayam dalam jumlah sedikit jarang untuk dijual kembali biasanya hanya untuk konsumsi pribadi saja. Misal dijual pun paling hanya kepada tetangga sekitar. 

Ternak ayam petelur 100 ekor sangat cocok dipraktekkan oleh pemula. Sebab perawatannya yang tidak terlalu rumit dan modalnya yang tidak terlalu besar namun keuntungan cukup menjanjikan hingga jutaan rupiah. Cari informasi dan pelajari hal hal seputar perawatan ayam petelur agar bisa meningkatkan kualitas dan produktivitas peternakan kamu. Sekian dan terimakasih. 

Baca juga:
Bagikan:

Tinggalkan komentar