Strategi Marketing Tokopedia dalam Memikat Hati Konsumen

Berbisnis online memang sungguh menggiurkan di era digital seperti sekarang. Nah, kamu tentu akrab dengan Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia. Mereka itu adalah platform jual-beli online paling laris di era sekarang. Well, kamu pernah kepikiran enggak sih bagaimana strategi marketing Tokopedia misalnya?

Bagaimana strategi marketing yang dilakukan oleh Tokopedia? Kok bisa-bisa mereka itu jadi kayak sekarang, menjadi salah satu platform jual beli paling keren di Indonesia. Nah untuk tulisan kali ini saya akan membahas bagaimana strategi marketing Tokopedia. Yuk lanjut baca.

Mengenal Tokopedia

Sebelum kita jauh membahas strategi marketing Tokopedia, alangkah baiknya kita kenalan dulu dengan si Tokopedia itu sendiri. Iya, benar banget, semua orang sudah tahu bahwa Tokopedia merupakan salah satu platform jual beli online yang paling banyak penggunanya.

Tahukah kamu bahwa Tokopedia sendiri sebetulnya telah berdiri sejak tahun 2009. Tokopedia merupakan salah satu unicorn yang memiliki pengaruh, bukan hanya di Indonesia melainkan juga di Asia Tenggara. Saat ini pengguna Tokopedia di Indonesia sangat banyak. Data terbaru tahun 2021, pengguna Tokopedia di Indonesia mencapai 135,1 juta jiwa.

Perlu kamu tahu nih, yang mendirikan Tokopedia dua orang hebat, William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison. Sejak awal diluncurkan, Tokopedia memang berkomitmen untuk membantu masyarakat, khususnya UMKM. Jadi intinya, Tokopedia adalah platform jual beli yang mudah untuk digunakan.

Target Market Tokopedia

Jika Shopee menargetkan kaum hawa untuk target pasarnya, Tokopedia sendiri lebih luas. Marketplace yang satu ini tidak terbatas untuk perempuan saja. Sekalipun memang kalau urusan belanja perempuan adalah kaum yang tidak boleh dianggap sepele.

Namun begitu, boleh jadi Tokopedia menekankan target market kaum milenial. Sebab generasi milenial inilah yang berpotensi akan berbelanja di marketplace seperti Tokopedia. Karena targetnya seperti itu tentu cara memasarkannya harus disesuaikan. Untuk soal itu, akan saya bahas di bagian lainnya. Kamu bisa baca artikel ini dulu sampai tuntas.

Tujuan Strategi Marketing Tokopedia

Nah, yang perlu kamu tahu adalah Tokopedia menerapkan strategi marketing itu ada tujuannya lho. Lha ya jelas lah. Masak strategi marketing tidak jelas tujuannya buat apa? Apa saja sih tujuan strategi marketing Tokopedia?

1. Menggaet Pengguna

Pertama, tentu saja supaya menggaet pengguna. Ini sangat penting bagi sebuah perusahaan startup seperti Tokopedia. Apalagi naik-turunnya Tokopedia memang bergantung pada pengguna. Semakin banyak menggaet pengguna, semakin jaya dan bertahan si Tokopedia itu sendiri.

2. Eksis di Kalangan E-Commerce

Yup benar, sebagai salah satu dari E-Commerce paling diminati, Tokopedia harus mempertahankan eksistensinya. Ya salah satunya adalah melalui strategi iklan Tokopedia. Jika Tokopedia terus diiklankan, misalnya di televisi dan media sosial, itu menunjukkan bahwa Tokopedia masih eksis.

3. Tidak Kehilangan Pengguna

Setiap aplikasi apalagi e-commerce mesti tidak pengin kehilangan penggunanya. Nah, Tokopedia juga sama seperti itu. Disamping untuk menambah pengguna baru, dengan diterapkannya strategi marketing Tokopedia, pengguna lama bisa bertahan untuk memakai platform jual-beli yang satu ini. Kendati memang mempertahankan biasanya lebih sulit dari mendapatkan.

4. Menambah Keuntungan

Ini jelas sekali. Jika strategi marketing Tokopedia sukses tentu akan menambah keuntungan. Jadi ketika ini berjalan, pengguna jadi semakin banyak. Beberapa pengguna lama juga pasti akan loyal jika gencar melakukan marketing.

Strategi Marketing Tokopedia Secara Online

Strategi Marketing Tokopedia
Strategi Marketing Tokopedia

Sebagai salah satu platform atau e-commerce, Tokopedia pasti memiliki strategi marketing secara online. Sebab kan enggak lucu juga, unicorn tapi buta terhadap teknologi dan enggak melakukan marketing secara online.

Nah, sekalipun bukan bagian dari Tokopedia, untuk mengetahui bagaimana strategi marketing Tokopedia secara online bukanlah perkara sulit. Kita bisa mencermatinya sendiri di ruang-ruang maya, tentu saja. Saya sendiri telah memulai mencermati bagaimana strategi marketing online Tokopedia. Buat yang penasaran, nih buat yang penasaran aja dan males mengamati sendiri, bisa langsung baca.

1. Iklan di Media Sosial

Bicara tentang online, tentu tidak bisa terlepaskan dari media sosial. Sebab media sosial lah yang menjadi wadah promosi paling efektif. Begitu pula bagi Tokopedia. Pasti dan sudah tentu digital marketing Tokopedia akan memanfaatkan media sosial untuk strategi marketingnya.

Tokopedia gencar melakukan promosi melalui media sosial-media sosial mereka. Misalnya, melalui Instagram, Twitter, Facebook, TikTok dan masih banyak lagi. Dari situlah Tokopedia menjadi berkembang, penggunanya bisa menjadi semakin banyak. Selain pengguna yang banyak dengan marketing di media sosial, itu juga menguntungkan media sosial mereka sendiri.

2. Memberikan Give untuk Pengguna Loyal

Memberikan give atau hadiah ini acap kali dilakukan Tokopedia. Nah, mereka melakukannya untuk mempertahankan pengguna atau mendapatkan pengguna baru. Biasanya dalam bentuk giveaway atau cashback. Dan semua itu dilakukan secara online.

Kadang-kadang melalui aplikasinya, tapi tak jarang juga melalui media sosialnya. Jadi buat yang tidak online, seperti aktif di media sosial atau di aplikasi Tokopedia, mungkin tak akan mendapat kesempatan untuk mendapat hadiah dari Tokopedia.

3. Gratis Ongkir

Strategi marketing Tokopedia secara online yang boleh jadi cukup moncer adalah dengan memberikan gratis ongkir. Siapa sih orang yang tidak tertarik dengan gratis ongkir? Apalagi kita semua tahu, munculnya tabiat jual beli online adalah karena biasanya harga di Tokopedia dan lain-lain itu lebih murah daripada yang dijual di dekat kita.

Biasanya harga barang dan ongkir justru lebih mahal ongkirnya. Nah, Tokopedia seringkali memberikan gratis ongkir kepada penggunanya. Dan sudah tentu ini akan membantu pengguna ketika membeli sesuatu, membantu biar lebih irit. Hehe. Strategi penjualan di Tokopedia juga banyak yang menerapkan gratis ongkir.

Strategi Marketing Tokopedia Secara Offline

Selain melalui online, Tokopedia juga melakukan marketing secara offline. Strategi marketing Tokopedia secara offline juga tak kalah efektif dari cara online. Sebab biasanya pengguna akan diajak mengenal lebih dekat dengan Tokopedia melalui cara ini. Apa saja?

1. Iklan Televisi

Jika online adalah yang berkaitan dengan internet, mungkin iklan televisi lebih layak masuk ke strategi offline. Soalnya televisi itu menggunakan frekuensi publik, bukan paket data. Soal kamu nonton televisinya live streaming itu bukan urusan saya.

Secara prinsip, televisi bukanlah online. Karena kita gratis untuk menggunakannya. Nah, sebagai salah satu e-commerce besar di Indonesia, Tokopedia tak bisa lepas untuk mengiklan di televisi. Biasanya di televisi dengan bentuk komersial break. Selain itu, juga ada iklan yang masuk ke acara di televisi.

2. Brand Ambassador

Sebagai brand besar, Tokopedia sangat mungkin menggunakan brand ambassador untuk strategi marketingnya. Salah satu brand ambassador Tokopedia yaitu Chelsea Islan. Namun belakangan ini, iklan Tokopedia sering menampilkan grup boyband asal Korea, BTS.

Itu merupakan strategi marketing Tokopedia BTS. Jadi ketika publik ingat BTS, publik juga akan ingat Tokopedia. Begitulah, sama seperti Ki Manteb Sudarsono yang melekat di dirinya jargon “Oskadon Pancen Oye”.

3. Menggelar Event

Menggelar event juga bisa menjadi salah satu strategi marketing Tokopedia secara offline. Tokopedia juga kadang menggelar event khusus yang ditayangkan di televisi, seperti Harbolnas, dan lain sebagainya. Nah event ini bisa juga digelar di tempat-tempat tertentu. Misalnya, bertemu dengan brand ambassador Tokopedia itu sendiri.

Itulah tadi strategi marketing Tokopedia yang perlu kamu tahu. Jadi, bagaimana? Apakah artikel ini menjawab rasa penasaranmu soal Tokopedia? Ya mudah-mudahan terjawab ya. Jadi kamu bisa tidur nyenyak deh. Hihihi.

Bagikan:

Tinggalkan komentar