Strategi Marketing Shopee Viral, Online, Offline dan Lainnya

Dahulu, kamu mungkin terbiasa pergi dari satu toko ke toko lainnya untuk menemukan barang yang kamu inginkan. Kamu juga terbiasa melakukan tawar menawar  agar mendapatkan harga yang lebih murah dari penjual. Namun kini, orang cenderung belanja di Shopee bahkan tidak sedikit yang penasaran dengan strategi marketing Shopee.

Rasa penasaran mereka dipicu karena berbagai hal entah karena popularitas Shopee yang semakin menanjak atau tertarik menjadi salah satu seller di e-commerce tersebut. Apapun alasannya, Shopee memiliki magnet yang bisa menarik siapa saja untuk datang ke sisinya kemudian menggunakan layanan serta fasilitas yang mereka tawarkan.

Strategi Marketing Shopee

Dapatkah kamu menebak strategi marketing ala Shopee hingga membuat mereka sangat sukses di Indonesia? Kamu yang sudah sangat penasaran yuk simak macam-macam strategi marketingnya berikut ini:

1. Menawarkan Banyak Event dan Games Menarik

Belanja sekaligus bermain games dan mengikuti event menarik berhadiah, memang bisa ya? Jawabannya bisa apabila kamu mengunjungi Shopee. Sejak dahulu sampai sekarang, Shopee tidak pernah bosan menghadirkan games-games dan event menarik untuk pengguna setia mereka. Cara ini merupakan strategi marketing Shopee terlama dan terefektif.

Kamu bisa bermain Shopee Tanam kemudian mendapatkan hadiah menarik seperti koin atau produk pilihan. Ada juga games Shopee Candy, Shopee Capit dan sebagainya yang bisa kamu mainkan sesuka hati dengan gratis.

2. Fitur Unggulan yang selalu Up to Date

Strategi digital marketing Shopee perlu memperoleh apresiasi tingkat tinggi, mengapa? Mereka tidak hanya berhasil menciptakan games dan event pilihan tapi juga memperkaya situs dan aplikasi belanja dengan fitur-fitur unggulan.

Coba sebutkan satu saja fitur unggulan Shopee yang kamu ketahui? Pertama adalah ShopeePay yakni uang digital Shopee yang bisa kamu gunakan untuk bertransaksi online atau offline. Selanjutnya ada Shopee Loyalty yang diperuntungkan untuk para member setia.

3. Menggandeng Selebriti atau Influencer Terpopuler sebagai Wajah Shopee

Strategi marketing Shopee membuat mereka tampak lebih istimewa dan berkarakter dari sejumlah e-commerce lainnya. Kamu mungkin masih ingat dengan penyanyi Syahrini atau Via Vallen yang beberapa waktu lalu pernah menjadi wajah Shopee?

Selain dua selebriti papan atas tersebut masih banyak selebriti dan influencer lainnya yang sengaja Shopee gandeng untuk mempromosikan brand mereka. Terbukti, makin populer selebriti dan influencer yang dipekerjakan makin banyak pula masyarakat yang tertarik untuk menggunakan dan belanja di Shopee.

Marketing Viral yang Dilakukan Shopee

Viral marketing adalah teknik marketing yang diaplikasikan dengan memanfaatkan jaringan sosial bertujuan untuk mentransfer pesan ke target pemasaran. Selain mengandalkan dunia maya, aplikasi viral marketing juga identik dengan pemasaran offline.

1. Mengundang K-Pop Idol Ternama

Sudah menjadi rahasia umum apabila masyarakat Indonesia suka atau cenderung fanatik dengan K-Pop maupun drama Korea. Kondisi inilah yang mendorong Shopee untuk mengaplikasikan teknik viral marketing dengan cara mengundang K-Pop atau aktor dan aktris papan atas Korea.

Kehadiran Red Velvet, Super Junior M dan masih banyak lagi diharapkan Shopee dapat menaikkan rating dan jumlah pengguna e-commerce mereka. Imbasnya bagaimana? Imbasnya sangat besar karena terbukti jika teknik viral marketing Shopee ini berhasil membuat menjaring banyak pengguna baru.

2.Shopee Menampilkan Al & Andin ‘Ikatan Cinta’

Di era pandemi seperti ini, mendatangkan atau mengundang K-Pop idol untuk datang ke Indonesia bukanlah keputusan yang tepat. Karena kondisi itulah Shopee berani mengambil sikap dengan menggandeng aktor dan aktris Indonesia yang sedang naik daun yakni pemeran utama sinetron ‘Ikatan Cinta’

Kehadiran Al dan Andin pada acara televisi Shopee atau iklan Shopee diharapkan dapat mendongkrak jumlah pengguna dan pembeli di Shopee. Ibu rumah tangga yang awalnya enggan belanja online pun mulai melirik Shopee sebagai salah satu media belanja mereka.

Strategi Marketing Shopee secara Online

Strategi Marketing Shopee
Strategi Marketing Shopee

Shopee mungkin bukan didirikan oleh anak bangsa namun keberadaan Shopee berhasil mengikat hati warga Indonesia. Kamu yang hobi belanja pastinya pernah sekali atau dua kali belanja di Shopee, bukan? Bicara tentang Shopee, tahukah kamu apa saja strategi marketing Shopee Indonesia?

1. Teknik Marketing selalu Mengikuti Perubahan Tren

Salah satu strategi marketing Shopee terefektif untuk menarik pengguna baru adalah dengan mengikuti perubahan zaman atau tren yang sesuai dengan gaya hidup masa kini. Dahulu, belanja online identik dengan membayar menggunakan transfer ATM atau via teller bank tapi kini kita bisa belanja online dengan memanfaatkan dompet digital.

Keberadaan ShopeePay merupakan bukti perubahan tren pembayaran yang telah diadopsi oleh Shopee. ShopeePay memudahkan pengguna untuk melakukan transaksi tidak langsung. Selain menghadirkan ShopeePay, tim strategi marketing Shopee juga berhasil menelurkan SPayLater, SPinjam dan masih banyak lagi.

2. Promo yang Berubah-ubah  

Shopee memiliki kalender promosi yang bisa kamu akses dengan mudah ketika membuka homepage mereka. Perubahan promo yang terjadi tiap 24 jam sekali ini merupakan contoh dari penerapan strategi marketing di Shopee yang kreatif, inovatif dan efektif.

Mengapa disebut demikian? Karena tidak mustahil seseorang akan tertarik untuk mengikuti promo menarik yang Shopee tawarkan hari ini atau keesokan harinya.

Bagi kamu mungkin ini terlihat sederhana namun untuk tim analisis strategi pemasaran Shopee mengadakan campaigne dan promo berbeda setiap harinya tentu membutuhkan ide-ide yang cemerlang. Harapan utamanya agar promo menarik tersebut mampu mendatangkan profit lebih besar dari hari-hari sebelumnya.

Strategi Marketing Shopee secara Offline

Bisakah Shopee mendapatkan pelanggan baru dengan teknik marketing offline? Jawabannya bisa saja apabila mereka mampu mengaplikasikan strategi dengan matang dan tepat sasaran. Berikut ini contoh-contoh strategi marketing offline ala Shopee.

1. Pemasangan Papan Billboard

Shopee akan mendatangkan Red Velvet sebagai bintang tamu spesial. Dari wacana tersebut, menurut kamu bagaimana teknik marketing offline yang tepat?

Jawabannya tidak lain adalah memasang papan billboard di pinggir jalan yang padat lalu lintas. Pemasangan papan billboard dengan potret member Red Velvet akan menjadi daya tarik unik. Supaya memberikan kesan lebih dalam, tambahkan iklan teks menarik dan kreatif.

Percaya atau tidak, strategi marketing Shopee ini sangat efektif. Mereka yang mengenal Red Velvet bahkan menyukai mereka akan langsung tersihir dengan iklan billboard tersebut. Aksi pertama yang mereka lakukan bisa jadi adalah menambahkan tanggal kedatangan Red Velvet pada kalender atau agenda harian.

2. Mengadakan Booth pada Acara Bazar

Sebelum Covid-19 marak di seluruh dunia bahkan Indonesia, Shopee terbiasa mengadakan booth pada berbagai acara bazar sebagai salah satu strategi marketing offline. Langkah ini menjadi salah satu cara kreatif yang mampu menghubungkan Shopee dengan konsumen secara langsung.

Acara bazar yang diikuti juga bervariasi tergantung tujuan dari aplikasi strategi marketing Shopee. Agar booth mereka semakin populer dan digandrungi pengunjung biasanya Shopee menambahkan gambar brand ambassador mereka.

3. Mengikuti Job Fair

Bagi masyarakat awam, adanya Shopee sebagai salah satu anggota job fair mungkin hal yang biasa. Ini menandakan jika Shopee tengah membutuhkan karyawan untuk mengisi kekosongan mereka. Namun bagi mereka yang belajar marketing Shopee, kegiatan job fair ini juga memiliki makna yang beragam.

Disebut beragam karena job fair bisa sekaligus mengangkat nama Shopee di kalangan masyarakat. Masyarakat yang sebelumnya tidak mengenal Shopee mulai mengetahui dan mencari tahunya. Aktivitas job fair yang mereka ikuti tidak hanya membantu Shopee mendapatkan karyawan baru tapi juga brand awareness dari target marketing mereka.

Siapa pemilik Asli Shopee?

Forrest Li

Berapa Kekayaan Pemilik Shopee?

20,2 miliar dollar As atau Rp287,7 triliun.

Shopee Didirikan Tahun Berapa?

2015

Apa Visi Misi Shopee?

Visi menjadi C2C Mobile Marketplace nomor satu di Asia Tenggara.

Misi Shopee adalah menjadikan kekuatan transformative teknologi untuk mengubah dunia dengan cara mempersembahkan platform yang dapat menghubungkan antara seller dan pembeli.

Shopee termasuk dalam Model Bisnis Apa?

Business to consumer (B2C).

Siapa Saja yang Menjadi Target Pasar Shopee?

Wanita dan pria.

Berapa Pengguna Shopee di Indonesia?

Jumlahnya 127,4 juta orang pada kuartal pertama 2021.

Belanja online bukan lagi suatu kebiasaan tapi kebutuhan. Kini, hampir semua masyarakat lebih akrab dengan Shopee daripada pasar tradisional atau warung pinggir jalan. Aktivitas belanja Shopee yang semakin meningkat merupakan buah keberhasilan tim strategi marketing Shopee dalam mendatangkan pelanggan.

Bagikan:

Tinggalkan komentar