Strategi Marketing Perumahan Biar Rumah Cepat Laku

Penerapan strategi marketing perumahan bisa dianggap penting dalam bisnis properti. Pastikan kamu membaca strategi tersebut di artikel ini hingga habis.

Bisnis perumahan itu kayak bisnis yang nggak akan pernah mati. Makin banyak lahan yang dibuka makin deras juga cuan mengalir. Bahkan saat pandemi, sayap bisnis properti satu ini masih bisa bebas berkibar.

Apa sih yang bikin bisnis perumahan bisa bertahan? Pertama karena rumah itu kebutuhan. Kedua, bisa dijadikan aset investasi. Terutama buat yang tinggal di sekitar kampus. Perumahan ini bisa disewakan ke mahasiswa yang membutuhkan. 

Ketiga, karena lokasi strategis, akses jalan dan toko mudah. Kalau ketiga unsur ini bisa terdelivery dengan baik, rumah bisa cepat laku. Karena itu dibutuhkan strategi marketing perumahan yang paten dan memikat. Gimana strateginya? Simak ulasan berikut sampai selesai.

Tujuan Penerapan Strategi Marketing Perumahan

Bagi tim pemasaran, strategi marketing perumahan adalah kunci untuk sumber penghasilan mereka. Kalau rumahnya nggak laku-laku, ya mereka mau dibayar pakai apa? Karena itu dalam tim pemasaran pasti ada satu atau dua orang yang matang soal ini.

Mereka harus berpikir bagaimana perumahan yang mereka jual bisa menarik perhatian. Di samping itu mereka juga harus sadar fungsinya strategi marketing perumahan dibuat. Kalau kedua hal ini bisa berjalan seimbang, biasanya target penjualan bisa tercapai.

Jadi untuk apa strategi marketing perumahan dibuat? salah satu alasan tujuan penerapan strategi marketing perumahan adalah untuk menjaga koordinasi tim pemasaran. Jadi pergerakan tim bisa lebih terpantau dan bisa mengevaluasi bagian yang kurang. Strategi ini juga bisa merekatkan kerja sama tim.

Kedua, untuk mengukur pencapaian apa saja yang sudah didapat setiap bulannya. Dalam strategi marketing perumahan biasanya ada target bulanan yang harus dikejar. Kalau ingin target ini tercapai, setiap individu dalam tim pemasaran harus bisa membangun kerja sama tim yang epic,

Ketiga, sebagai landasan bagi tiap tim mengambil keputusan. Menjual rumah juga butuh taktik, khususnya bagian promosi. Jaman udah modern kalau promosinya masih pake cara konvensional, kira-kira bakal efektif nggak? Itu pertanyaan yang perlu dijawab saat menyusun strategi marketing perumahan.

Strategi Marketing Perumahan

Membuat Strategi Marketing Perumahan biasanya butuh persiapan layaknya strategi marketing lainnya. Kamu harus mempertimbangkan kata-kata promosi perumahan yang pas dan memikat. Kalau bisa pilih ungkapan yang persuasif. 

Kamu juga harus terbuka dengan perkembangan teknologi. Cari informasi seputar cara promosi perumahan di sosmed. Sekilas mungkin caranya terkesan mudah, tinggal bikin konten terus unggah. Padahal nggak gitu aja. Kamu juga harus milih waktu unggah paling tepat dan memilih target pasar. 

Bagi tim pemasaran yang baru bergabung, kamu juga harus berpikir bagaimana cara developer menjual rumah. Saat ini, orang yang bertugas untuk mengembangkan penjualan di rumah itu adalah kamu. Jadi harus cepat belajar dan menyerap informasi sekitar.

Strategi Pemasaran Perumahan Baru

Untuk mengenalkan perumahan baru, ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan. Cara ini mengharuskan kamu bekerja secara modern dan konvensional. 

1. Gunakan Brosur

Brosur perumahan adalah salah satu media informasi yang populer dan masih digunakan sampai hari ini. Manfaatkan media ini secara sosial dan lewat sosial media. 

2. Adakan Pameran

Adakan pameran di tempat yang ramai pengunjung. Kamu bisa membuat miniatur rumah yang kamu jual, menambahkan foto dan video untuk menarik calon pembeli.

3. Datangi Langsung Calon Pelanggan

Kamu bisa berkeliling dan mempresentasikan apa yang kamu jual. Cara ini membutuhkan banyak tenaga. Jadi harus siap capek.

4. Gunakan Facebook

Kenapa harus facebook? Karena pengguna facebook sangat beragam. Banyak orang tua yang bermain facebook juga. Jadi jangkauan pasarnya bisa semakin luas.

Strategi Marketing Perumahan Subsidi

Strategi Marketing Perumahan
Strategi Marketing Perumahan

Strategi marketing perumahan subsidi hampir mirip dengan perumahan baru. Tapi kalau kamu ingin coba cara lain, simak ulasan berikut.

1. Kirim Email

Konsepnya sama kayak bagiin brosur, bedanya ini secara personal lewat media online. Informasi yang dikirim adalah segala hal yang berkaitan dengan produk yang ditawarkan.

2. Manfaatkan Blog 

Perumahan subsidi biasanya dibuat dalam jumlah langsung banyak. Untuk memastikan semuanya habis, kamu bisa ngembangin blog khusus perumahan itu. Nggak harus pakai domain berbayar. 

3. Manfaatkan Situs Jual Beli

Biasanya ada situs yang dipakai sebagai wadah jual beli properti. Manfaatkan situs itu untuk meningkatkan penjualan.

Strategi Pemasaran Perumahan Syariah

Strategi marketing perumahan syariah sama aja kayak strategi marketing perumahan dan perumahan subsidi. Pada dasarnya produk yang ditawarkan sama, jadi metode penjualan yang dilakukan pun hampir sama. 

Contoh Marketing Perumahan

Iklan perumahan itu ada banyak jenisnya. Ada yang disebarkan secara manual, ada juga yang disebarkan secara online. Kalau pemasaran online, informasi yang diberikan harus jelas dan spesifik. Contoh kata-kata promosi perumahan yang sering muncul adalah, DP 0% Cicilan 500 ribu perbulan untuk rumah subsidi. 

Kalau untuk perumahan umum yang jumlahnya terbatas, bisa tuliskan alamat lengkap, ukuran rumah, kondisi sekitar, serta sistem cicilan yang ditawarkan. Kamu juga bisa menambahkan informasi seputar fasilitas dan kondisi rumah yang ditawarkan.

Kalau ada informasi seputar DP, cicilan dan keunggulan fasilitas di pekarangan rumah, kamu juga bisa menggunakannya untuk melengkapi informasi produk. Informasikan juga fasilitas umum apa yang jaraknya dekat dengan tempat tinggal yang kamu tawarkan. Jadi calon pembeli punya gambaran lengkap soal rumah tersebut.

Menyusun strategi marketing perumahan itu sebenarnya nggak sulit. Kuncinya adalah belajar, pengalaman dan sabar. Strategi yang baik bisa terbentuk dari pengalaman panjang. Jadi jangan cepat putus asa. Apalagi kalau masih newbie.

Penulis: Windi
Editor: Reskia

Bagikan:

Tinggalkan komentar