Rumus Perputaran Modal Kerja yang Gampang!

Halo sahabat Wong Cerdas. Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat ya. Kali ini kita akan membahas mengenai Rumus Perputaran Modal Kerja. So, pantengin terus sampai habis.

Dalam dunia bisnis, sebuah perusahaan diharapkan selalu melakukan sebuah analisis terhadap jenis rasio keuangannya, misalnya adalah rasio modal kerja. Dengan melakukan penghitungan rasio modal kerja, maka ada banyak sekali kegunaan atau keuntungan bagi sebuah perusahaan, terutama jika dihitung sebelum periode bisnisnya mulai berjalan. 

Sebenarnya, rasio modal kerja juga dipengaruhi dengan ketersediaan aset berupa uang di sebuah perusahaan, atau uang yang tersimpan di tempat lain. Sehingga aset lain yang dapat diuangkan sangat berpotensi mendapatkan utang. Tak hanya itu, rasio modal kerja juga sangat berkaitan dengan liabilitas sebuah perusahaan yang meski dibayar dalam setahun ke depan.

Jadi, sangat terlihat bahwa rasio modal sangat tergantung dengan stok yang ada di perusahaan, baik asset ataupun uang yang dapat dicairkan dengan cepat.

Apa sih Rasio Modal Kerja itu? 

Mungkin dari tadi kamu bertanya-tanya mengenai rasio modal kerja, ia kan? Nah, dalam bahasa kita sehari-hari, modal kerja adalah uang yang ada untuk membayar biaya operasional perusahaan setiap harinya.

Misalnya, di sebuah perusahaan terdapat modal kerja yang berupa uang, surat berharga, dan sebagainya. Nah, sebagai dana yang akan digunakan sebagai biaya operasional, maka itu menandakan bahwa modal kerja sangatlah penting. Sampai kini, modal kerja dapat kamu jadikan sebagai indikasi untuk mengetahui keuangan di perusahaan. 

Baca juga:

Jika aset yang dimiliki semakin besar, maka ada kewajiban membayar utang dalam jangka pendek, sehingga kondisi keuangannya semakin sehat dan dapat disimpulkan bahwa rasio merupakan gambaran mengenai keuangan kamu dalam jangka yang pendek.

Cara Menghitung Rasio Modal Kerja dengan Rumus Perputaran Modal Kerja

Rumus Perputaran Modal Kerja
Rumus Perputaran Modal Kerja

Sebelum mulai menghitung, kamu harus menyediakan dulu data yang berisi daftar aset di sebuah perusahaan, misalnya jumlah semua uang yang dimiliki, inventaris, tagihan tertunda dan sebagainya. 

Jika sudah, kamu bisa langsung melakukan sebuah pendataan terhadap liabilitas perusahaan, seperti mereka yang setiap menagih pajak, cicilan, dan gaji semua karyawan.

Jika kamu telah selesai menghitung semua aset yang ada dan kewajiban aman, maka kamu bisa langsung menghitung modal kerjanya nih, yakni dengan modal kerja.

Modal Kerja = Current Assets – Current Liabilities

Nah, apabila kamu sudah menemukan modal kerjanya, maka selanjutnya kamu bisa menghitung rasio perputaran modal kerjanya dengan menggunakan rumus perputaran modal kerja sebagai berikut. 

Rasio Modal Kerja = Current Assets : Current Liabilities

Contoh Perhitungan dengan Rumus Perputaran Modal Kerja

Kamu masih bingung cara menghitungnya? Baik,  berikut ini adalah contoh cara menghitung rasio modal kerja yang bisa kamu pelajari dan pahami terlebih dahulu agar bisa mengerti.

Contoh soal perputaran modal kerja adalah:

Sebuah perusahaan bernama ABCDE dikabarkan mempunyai aset  senilai Rp. 300.000.000,00. Selain mempunyai asset segudang, perusahaan ABCDE juga mempunyai hutang senilai Rp. 200.000.000,00. 

Nah, dengan memanfaatkan contoh angka di atas, kamu bisa mulai menghitung modal kerjanya, 

Modal kerja= Current Assets – Current Liabilities

        = Rp. 300.000.000,00 – Rp. 200.000.000,00

        = Rp. 100.000.000,-

Setelah menerapkan rumus mencari modal kerja, maka didapatkan bahwa modal kerja perusahaan ABCDE adalah senilai Rp. 100.000.000.00, langkah selanjutnya menghitung, 

Rasio Modal Kerja   = current assets:Current Liabilities

                              = Rp 300.000.000,00 : Rp 300.000.000,00

                              = 1,5

Sehingga, rasio modal kerja perusahaan ABCDE adalah 1,5. 

Nah, setelah menghitung dengan rumus perputaran modal kerja, maka kamu harus mengadakan sebuah analisi perputaran modal kerja, bahwa jika ternyata hasil pencarian rasio yang kamu hitung ternyata angkanya di bawah 1, maka keadaan sudah gawat. Hal ini karena itu tandanya perusahaan yang kamu kendalikan sedang berada di masalah serius, yakni hutang jauh lebih banyak dibandingkan dengan harta perusahaan.

Jika kamu terus memaksakan diri untuk tetap beroperasional, maka kelak perusahaan kamu akan merasakan sulitnya membayar hutang karena lebih besar pasak daripada tiang.

Yuk Baca Juga: Cara Merekrut Karyawan yang Berkualitas

Tahukah kamu, bahwa salah satu indikasi bangkrutnya sebuah perusahaan adalah rendahnya angka rasionya? Sebaliknya, jika perusahaan memiliki angka rasio yang tinggi, itu menandakan bahwa banyak aset yang dimilikinya, seperti perusahaan ABCDE tadi.

Itulah sekilas mengenai cara menghitung modal kerja dengan rumus perputaran modal kerja. Jadi, pastikan jika tempat kamu bekerja mempunyai rasio modal kerja yang tinggi, Karena hal ini menjadi salah satu jaminan perusahaan akan bertahan lama. 

Baca juga:
Bagikan:

Tinggalkan komentar