7 Resiko Usaha Pangkas Rambut yang Perlu Kamu Ketahui

Resiko usaha pangkas rambut pastinya akan datang ketika seseorang mulai merintis usahanya di bidang tersebut. Karena resiko yang ada, usaha barbershop, bahkan dapat mengalami gulung tikar atau tidak mendatangkan keuntungan bagi pendirinya.

Apa Saja Resiko Usaha Pangkas Rambut?

Ada untung dan rugi, setiap usaha pun pasti memiliki resikonya tersendiri. Anggapan bahwa rezeki sudah ada yang mengatur memang benar adanya sehingga para pengusaha maupun pedagang harus tetap optimis dalam menjalankan usahanya.

Namun, resiko tidak selalu apa yang merugikan karena dengan mengetahuinya, kamu bisa menyusun kembali strategi dan memperbaiki kesalahan. Kesuksesan dan harapan hanya ada pada tangan pendirinya sendiri. 

1. Sulit Mencari Lokasi yang Strategis

Salah satu cara utama yang benar-benar harus kamu perhatikan ketika akan membuka usaha pangkas rambut pemula adalah mencari lokasi yang tepat. Namun, cara ini masih dianggap sulit karena lokasi yang strategis belum tentu membuat bisnis tersebut ramai.

Sudah banyak yang menjadikan pertigaan jalan atau lokasi yang mudah dijangkau untuk membuka bisnis barbershop mereka, tetapi pengunjung tidak selalu datang dan ingin merasakan layanan yang disediakan. Kelemahan ini membuat sejumlah pebisnis yang telah memiliki planning terhadap usahanya, menjadi ragu untuk melanjutkan. 

Namun, kamu tidak perlu khawatir karena peluang usaha tentunya masih terlihat. Dengan mempelajari beberapa kiat dan solusi, resiko usaha pangkas rambut yang ada sebetulnya dapat diatasi. 

Pertama, kamu bisa mempelajari pesaing sebab seorang pengusaha tidak boleh takut dengan apa yang dinamakan persaingan, melainkan harus menganggap kompetitornya sebagai sarana untuk belajar. Rezeki sudah diatur oleh Tuhan, sehingga tidak masalah jika harus bersaing dengan orang yang membuka bisnis dalam bidang yang sama. 

Bersainglah dengan sehat sembari mempelajari strategi kompetitif dan apa yang menjadi kelebihan maupun kelemahan dari kompetitor. Gunakan informasi yang didapatkan untuk membuat produk dengan kualitas memuaskan dan lebih unggul. 

Selain itu, kamu bisa melakukan adaptasi terhadap lokasi yang telah dipilih atau melakukan pemasangan iklan digital. Aturannya bebas untuk memasang iklan konvensional, sehingga banyak orang dapat mengenal bisnis milik kamu, yang sedang dirintis dan mencari banyak pelanggan. 

2. Nilai Sewa Tempat Mahal

Ketika sudah mendapatkan lokasi yang strategis, resiko usaha pangkas rambut kini berada pada nilai sewa mahal untuk membuat niat yang ingin dicapai, berubah menjadi tidak berani. Nilai sewa toko di pasar tradisional saja dapat mencapai puluhan juta, apalagi harga sewa di gerai-gerai khusus sampai mall. 

Namun, kamu dapat mengatasi masalah tersebut dengan menentukan terlebih dahulu target pasar dan konsumen seperti apa yang boleh menjadi patokan. Ikuti perkembangan zaman dan hindari melakukan cara marketing kuno yang membuat kamu bisa kalah bersaing. 

3. Sulit Mencari Karyawan Andal

Kriteria karyawan yang kamu butuhkan untuk membuka usaha barbershop adalah rapi, mampu mencukur dalam berbagai kondisi, serta harus pintar di bidang teknik. Namun, untuk mencari pegawai dengan kriteria tersebut memang cukup sulit, ditambah lagi gaji karyawan pangkas rambut biasanya ditentukan, sesuai jumlah pelanggan yang datang.

Karyawan yang sudah merasa ahli dan pintar dalam perihal cukur rambut biasanya akan pindah dengan cepat dan membuka usahanya sendiri. Resiko usaha pangkas rambut yang satu ini dapat dikatakan wajar karena para karyawan pastinya ingin mendapatkan keuntungan dan penghasilan yang lebih besar.

Baca juga:

4. Tidak Rapi? Pelanggan Enggan Kembali

Resiko Usaha Pangkas Rambut
Resiko Usaha Pangkas Rambut

Walaupun karyawan maupun kamu sendiri sudah ahli dalam urusan cukur-mencukur, pastinya tetap ada kendala yang dapat menimbulkan ketidakpuasan pelanggan. Kesalahan yang terjadi, bahkan dapat membuat pelanggan kapok dan tidak ingin kembali.

Cara mengatasi resiko usaha pangkas rambut tersebut adalah dengan memahami apa yang diinginkan oleh pelanggan supaya tidak salah cukur. Fokus saat melakukan pekerjaan agar hasil menjadi lebih maksimal, sehingga pelanggan tidak kapok lagi untuk datang.

Rajin-rajinlah untuk mengamati kondisi pasar dan masyarakat yang bisa dijadikan inspirasi akan kebutuhan konsumen. Misalnya, mengatamati trend gaya rambut terbaru yang sedang banyak diminati atau disukai oleh banyak orang. 

Selain itu, kamu juga bisa melakukan survei kecil berhadiah pulsa yang dibagikan via media sosial. Misalnya, potongan rambut dengan pompadour style, undercut, maupun gondrong yang disukai oleh masing-masing orang mungkin akan menjadi pilihan.

Jangan menyediakan layanan monoton yang membuat pengunjung merasa bosan. Sediakanlah layanan terbaru secara teratur, seperti refleksiologi, foot massage, creambath, hair spa, maupun water face max dengan penawaran harga khusus untuk membangkitkan minat pelanggan.

5. Tarif Tinggi? Pelanggan Pergi

Sebelum barbershop kamu benar-benar dibuka, periksalah terlebih dahulu harga tarif yang menjadi standar dalam jasa pemangkasan rambut. Jika memasang harga di atas rata-rata, pelanggan tidak akan merasa nyaman dan memutuskan untuk berpindah tempat.

Salah satu strategi jitu untuk mengatasi resiko usaha pangkas rambut tersebut  adalah membuat diskon, promo, maupun voucher yang dibuat spesial pada hari-hari tertentu. Kamu juga bisa melakukan program referral supaya para pelanggan boleh menyebarkan kabar baik terhadap bisnis pangkas rambut yang Anda jalani. 

Berikanlah penghargaan terhadap pelanggan yang sudah memberikan diferensiasi dalam jumlah banyak. Untuk membagikannya, kamu perlu mengingat produk gratis atau restoran semata. Supaya penyampaiannya dapat berjalan lancar, bagikan kode referral yang dimiliki oleh jasa kamu. 

6. Ketidakpastian Kembalinya Modal

Merintis sebuah usaha bisnis memang memerlukan kerja keras yang kuat, begitupun dengan usaha pangkas rambut. Resiko usaha pangkas rambut akan mendatangkan kerugian untuk bisnis rintisan yang memerlukan modal banyak. 

Jika bisnis rintisan masih merangkul para pedagang yang belum pasti, setiap pebisnis dapat mempelajari resiko mendatang yang mungkin terjadi di masa depan. 

7. Belum Memiliki Pelanggan

Aktivitas bercukur yang dilakukan oleh satu pihak dengan pihak lainnya, pastinya mendatangkan selera yang berbeda-beda. Siapapun ingin memperoleh layanan barbershop yang lebih terjangkau sehingga kamu perlu melakukan penawaran menarik.

Tempat yang tidak bersih juga membuat pelanggan terkadang merasa terganggu, dan kesalahan yang ada umumnya dilakukan oleh karyawan. Misalnya, rambut yang dipotong seharusnya tidak masuk ke dalam baju karena dapat menimbulkan gatal-gatal pada kulit. 

Jadi, jangan lupa untuk melakukan pemasaran yang tepat dan up to date terhadap gaya rambut kekinian karena kelebihan dan kekurangan usaha pangkas rambut nyatanya tetap membawa peluang yang menguntungkan. Jangan biarkan sejumlah resiko usaha pangkas rambut membuat surut semangat kamu.

Bagikan:

Tinggalkan komentar