7 Resiko Usaha Gas Elpiji 3 kg yang Perlu Kamu Ketahui

Siapa sih yang tidak tahu si “melon ijo”? Setelah kemarin kita bahas tentang cara memulai usaha gas elpiji 3 kg, sekarang Wong Cerdas masih akan membahas seputar usaha gas elpiji, yaitu mengenai beberapa resiko usaha gas elpiji 3 kg yang mungkin akan kamu temui saat mulai menjalankan usaha gas elpiji ini.

Sebelum mulai ke pembahasan, baca terlebih dahulu artikel tentang cara memulai usaha gas elpiji 3 kg, ya.

Resiko Usaha Gas Elpiji 3 kg

Saat ini, gas elpiji 3 kg pasti dicari dan digunakan oleh banyak orang di Indonesia. Salah satu alasan gas elpiji 3 kg ini banyak dipakai dibandingkan gas elpiji 5 kg dan 12 kg adalah karena harganya disubsidi oleh pemerintah sehingga harga yang sampai ke tangan konsumen lebih murah. Kita sering melihat orang yang membawa tabung gas elpiji kosong untuk membeli tabung gas yang baru. Apa kamu salah satunya? Hehee.

Dengan melihat fenomena di lapangan tersebut, kamu bisa menjadikannya sebagai ide bisnis. Namun, dalam menjalankan setiap usaha atau bisnis pasti ada resiko yang harus dihadapi, bukan? Menjalankan usaha pangkalan gas elpiji 3 kg pun ada resikonya, loh.

Pastikan kamu punya proposal usaha untuk bisa memperoleh dana bantuan usaha. Baca ini Contoh Proposal Usaha Gas Elpiji 3 kg dan Penjelasannya.

Berikut adalah beberapa resiko usaha gas elpiji 3 kg yang harus dihadapi oleh pengusaha gas elpiji:

1. Modal yang dibutuhkan terbilang lumayan besar

Modal awal yang diperlukan untuk membangun usaha gas elpiji yaitu gudang atau tempat usaha, alat transportasi, banyaknya stok awal, dan keperluan promosi. Banyaknya modal tiap pengusaha gas elpiji tentu berbeda. Modal awal menjadi sub agen gas elpiji 3 kg bisa mencapai Rp50.000.000, bahkan bisa lebih.

Kalau menjadi sub agen cukup gede, coba deh jadi pengecer dulu. Baca artikelnya di sini cara menjadi pengecer gas elpiji 3 kg.

2. Adanya anggapan masyarakat bahwa penggunaan tabung gas berbahaya

Masih ada beberapa masyarakat yang beranggapan bahwa memakai kompor gas dengan tabung gas elpiji berbahaya. Hal ini biasanya terjadi di daerah pedesaan sehingga mereka lebih memilih memasak menggunakan kayu bakar. Resiko usaha gas elpiji yang satu ini merupakan tantangan tersendiri bagi pengusaha untuk dapat memperluas pasarnya.

3. Proses distribusi tabung gas kadang tidak lancar

Resiko usaha gas elpiji ini adalah resiko yang tidak terduga. Ada beberapa hal yang membuat proses distribusi terhambat, seperti kondisi cuaca atau adanya perbaikan jalan yang menghambat laju transportasi, maupun perbaikan pada sumber bor atau perawatan depot pertamina sehingga produksi berkurang untuk sementara waktu. Selain itu, ada juga kemungkinan alat transportasi yang digunakan mengalami masalah secara tiba-tiba.

4. Resiko kerusakan tabung gas saat proses bongkar muat

Resiko Usaha Gas Elpiji
Resiko Usaha Gas Elpiji

Resiko usaha gas elpiji yang paling berbahaya yaitu terjadinya kerusakan atau kebocoran pada tabung gas saat bongkar muat. Terkadang, petugas bongkar muat tabung gas kurang hati-hati saat melakukan tugasnya sehingga tanpa disadari hal tersebut menimbulkan kebocoran kecil pada tabung.

Namun, kebocoran kecil tersebut bisa mengurangi jumlah takaran yang diterima konsumen dan bisa menimbulkan ledakan di gudang atau tempat usahamu yang tentu akan sangat merugikan.

5. Keluhan dari masyarakat sekitar saat proses bongkar muat

Coba bayangkan, betapa berisiknya suara tabung gas yang saling berbenturan saat melakukan bongkar muat tabung dan hal tersebut tidak bisa dihindari. Warga sekitar tempat usahamu bisa saja merasa tidak nyaman dengan suara yang ditimbulkan tersebut.

Oleh karena itu, usahakan melakukan proses bongkar muat di luar jam istirahat dan lengkapilah usahamu dengan segala surat izin yang diperlukan, misalnya surat izin gangguan usaha.

6. Tabung gas elpiji 3 kg kadang mengalami kelangkaan

Terkadang, ada saatnya pasokan tabung gas elpiji 3 kg mengalami kelangkaan dari pihak pertamina. Kelangkaan tersebut dapat membuat pengiriman tabung gas elpiji dari sub agen kepada pengecer terlambat yang akhirnya konsumen komplain karena mereka tidak bisa memasak untuk sementara waktu. Untuk mengatasi hal ini, selain menyediakan gas elpiji 3 kg, kamu juga bisa menyediakan gas elpiji 5 kg dan 12 kg.

7. Sepi pembeli

Resiko usaha gas elpiji ini juga akan dialami oleh usaha lainnya, baik usaha secara online maupun offline. Untuk mengatasi sepinya pembeli, kamu bisa memperbanyak jenis daganganmu dengan menyediakan perlengkapan tabung gas elpiji, seperti regulator, karet pengaman regulator, selang gas elpiji, dan alat pengunci regulator.

Selain itu, bisa juga menyediakan kompor, air mineral galon, air isi ulang, sembako, serta gas lain seperti Bright Gas dan Ease Gas. Kedua gas tersebut juga memiliki beberapa ukuran seperti gas elpiji, namun dengan fasilitas dan kualitas yang lebih premium dan belum banyak orang pakai.

Nah, itulah sedikit wara-wara untuk kamu yang akan membuka usaha gas elpiji. Jadi, setelah mengetahui resiko usaha gas elpiji 3 kg di atas, apa kamu masih semangat untuk menjalankan usaha gas elpiji? Kalau mau sukses harus berani mengambil resiko, dong. Semangat jemput cuan!

Bagikan:

Tinggalkan komentar