5 Perbandingan Grab dan Gojek, Udah Tau Belum?

Hayo. Ngapain nyari perbandingan Grab dan Gojek? Sekadar mau tahu saja atau mau investasi di dalamnya? Atau kamu hanya mencari mana yang lebih mahal antara Grab dan Gojek? Apapun tujuan kamu, itu hakmu. Tapi menjelaskan beberapa hal yang penting untuk kamu ketahui terkait hal tersebut adalah kewajiban saya.

Di artikel ini akan dijelaskan perbedaan mendasarnya saja. Kalau harus diisi dengan membandingkan valuasi Grab dan Gojek, analisis fundamental, ROI, dan kebutuhan pengambilan keputusan dalam investasi, mending langsung saja cek di IDX atau dimana saja website untuk melihat laporan keuangan perusahaan yang kamu suka.

Ojek Online The Disruptors

Pembahasan mengenai ojek online saya letakkan di awal, untuk sedikit menjelaskan tentang apa dan bagaimana model bisnis ini sangat menggiurkan. Mungkin dimulai dulu dengan pengertian sederhana. Ojek online adalah pelayanan ojek yang pemesanannya bisa dilakukan secara online.

Dulu, kalau mau pakai jasa ojek itu kan harus ke pangkalan ojek. Butuh tenaga, capek. Apalagi kalau seharian mood kamu berantakan, pasti sangat malas untuk jalan ke pangkalan ojek. Namun sekarang, itu udah jarang ditemukan. Untuk pesan ojek, kamu hanya perlu buka hape dan tinggal pasang salah satu atau dua aplikasi yang akan dibandingkan ini.

Sistemnya, kamu pesan dulu, kemudian nungguin ada driver yang nerima, setelah itu kamu ditunjukin tarif, lalu masuk ke metode pembayaran, dan tinggal tunggu deh ojeknya datang ke tempat terdekat dari kamu.

Ojek online atau yang biasa disingkat ojol, sekarang ini sepertinya lagi hype. Banyak banget yang bikin, bahkan di kota-kota kecil sekalipun. Di jalan, udah mirip tembok anak TK, warna-warni. Ini yang menyenangkan. Jalanan jadi ramai dengan warna.

Dulu sih ojek online banyak yang mengkritik, tapi sekarang, mungkin sebagian besar dari tukang ojek sudah memakai dua aplikasi tersebut untuk media mencari nafkah. Lalu bagaimana ia bisa berkembang pesat?

Jelas, perkembangan teknologi sangat mempengaruhi. Ditambah lagi orang-orang yang kadang malas atau nggak punya waktu untuk macet-macetan di jalan. Pilihan jasa ojek online sungguh menjadi solusi bagi banyak orang.

Tinggal pencet kanan-kiri lalu scroll atas bawah, pesanan atau driver kamu akan langsung datang. Dengan beberapa kemudahan yang diberikan, maka pantas ojek online bisa berkembang pesat.

Lalu, kenapa di atas ojek online disebut The Disruptors? Kamu tahu Prof. Rhenald Kasali nggak? Beliau bikin buku, judulnya Disruption. Dan di dalamnya, beliau berkata, bahwa akan ada kekuatan-kekuatan baru yang akan mendisrupsi incumbent. Kalau dulu, yang terkenal itu kan ojek pangkalan biasa sama taksi.

Nah sekarang, kedua hal tersebut sudah tercerabut dan skemanya sudah berubah. Kalau dulu orang mau pakai taksi harus nungguin taksi lewat, takut tarifnya mahal, dan lain sebagainya, sekarang sudah ada yang menjawab kegelisahan itu. Yang menjawab adalah aplikasi Gojek, Grab, dan yang sejenis.

Sekarang, baru deh metode lama sudah hampir ditinggalkan. Mungkin ada sedikit, tapi hampir jarang ditemukan. Itulah makna terdistrupsi yang saya pahami. Maka sudah bisa saya katakan, bahwa ojek online adalah The Disruptors dalam layanan transportasi umum.

Iya, sabar. Sebentar lagi bakal dijelasin perbandingan Grab dan Gojek.

Perbandingan Grab dan Gojek

perbandingan Grab dan Gojek
Perbandingan Grab dan Gojek

Ini beberapa perbandingan Grab dan Gojek yang bisa kamu pahami, intip yuk!

1. Perbandingan Layanan Grab dan Gojek

Hal pertama perbandingan Grab dan Gojek adalah beragam layanan yang diberikan.

  • Gojek : Go-Car, Go-Send, Go-Food, Go-Mart, Go-Busway, Go-Tix, Go-Box, Go-Clean, Go-Glam, Go-Massage, Go-Med, Go-Auto
  • Grab : GrabBike, GrabCar, GrabExpress, GrabFood, GrabTaxi

Jika ingin dibandingkan, seperti yang tertulis di atas, perbandingan Grab dan Gojek paling mendasar adalah layanan yang disediakan. Di sana tertulis, bahwa Gojek memilki lebih banyak layanan dari pada Grab.

2. Perbandingan Jumlah Armada Grab dan Gojek

Perbandingan Grab dan Gojek lainnya adalah jumlah armada yang dimiliki oleh kedua perusahaan besar ini.

  • Gojek : 220.000 driver (data pada bulan April tahun 2016)
  • Grab : 250.000 driver (data pada bulan April tahun 2016)

Ya, memang. Jumlah armada yang dimiliki oleh Grab lebih banyak dari Gojek menurut data pada bulan April tahun 2016. Tapi sebentar, lanjutin baca perbandingannya dulu ya.

3. Asal Negara Driver Grab dan Gojek

Perbedaan Grab dan Gojek selanjutnya adalah asal negara dari para drivernya.

  • Gojek : Jumlah driver seluruhnya berasal dari Indonesia
  • Grab : Jumlahnya berasal dari driver dari beberapa negara di Asia Tenggara.

4. Perbandingan Pasar

Perbandingan Grab dan Gojek keempat adalah pasar yang mereka tuju. Ada sedikit perbedaan.

  • Gojek : Target pasar adalah masyarakat Indonesia saja
  • Grab : Target pasar adalah masyarakat Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Kamboja, dan Filipina

5. Perbandingan Tarif Gojek dan Grab

Selain beberapa hal di atas, perbandingan Grab dan Gojek dari segi tarif juga butuh untuk dituliskan. Keduanya ini sepertinya sangat bergairah dalam persaingan. Pasalnya, dua perusahaan ini sering memberi promo kepada para pelanggannya. Berlomba-lomba untuk menjadi yang nomor satu di hati target pasarnya.

Begini perbandingannya.

  • Gojek

Memiliki sistem rush hour atau jam sibuk pada jam 06.00 sampai 09.00 pagi dan 16.00 sampai 19.00 sore. Untuk jam sibuk ini, Gojek menaruh tarif pada Rp 2.500 per kilometer dengan rentang jarak 0 sampai 12 kilometer.

Tapi, di atas 12 kilometer, tarif yang ditetapkan selisih lima ratus rupiah lebih mahal atau Rp 3.000

Selain itu ada juga tarif minimum. Kalau pada rush hour, tarif minimumnya adalah sebesar Rp 10.000 dan tarif pada jam normal atau tidak sibuk, minimum Rp 6.000

  • Grab

Untuk tarif Grab, sebenarnya nggak jauh beda dengan tarif Gojek. Selain itu, di Grab juga diberlakukan rush hour pada jam yang sama dengan yang diberlakukan oleh Gojek. Jika kamu menggunakan Grab pada jam sibuk, tarif per 12 kilometer pertama adalah sebesar Rp. 1.750.

Jika sudah lebih dari 12 kilometer, tarif yang dikenakan sebesar Rp 3.000 dan terkadang ada biaya tambahan sebesar Rp 2.500 saat di jam-jam rush hour. Untuk jam normal atau tidak sibuk, ya standarlah.

Sudah tahu kan perbandingan Grab dan Gojek? Semoga bermanfaat!

Bagikan:

Tinggalkan komentar