5 Manfaat Analisis BEP, Tujuan, Dampak dan Kelemahan

Setiap orang yang mulai berbisnis atau mendirikan sebuah perusahaan pastilah menginginkan perusahaan atau bisnisnya moncer. Maknanya tidak mengalami kerugian dan keuntungannya banyak. Namun pada kenyataannya bisa berbalik. Maka ada yang namanya manfaat analisis BEP.

Sebab, ada kalanya perusahaan ada di posisi tidak untung dan tidak pula rugi, atau istilahnya BEP. Nah buat mengetahui perusahaanmu ada di posisi BEP atau tidak, perlu melakukan analisis break even point perusahaan.

Apakah Tujuan Analisis BEP ?

Break Even Point atau BEP adalah kondisi di mana sebuah perusahaan atau bidang usaha tidak mendapatkan keuntungan ataupun kerugian dalam operasionalnya. Artinya pendapatan dan pengeluaran berada pada posisi atau jumlah yang sama. Hal ini bisa saa terjadi oleh beberapa perusahaan atau bisnis di berbagai bidang. BEP juga dikenal dengan sebutan Titik Impas.

Nah sebagai orang yang memiliki usaha kamu mesti bisa melakukan analisis BEP ini. Analisis BEP sendiri merupakan sebuah cara guna mengetahui volume penjualan minimum supaya perusahaan tidak mengalami kerugian, ataupun dalam posisi belum mendapatkan keuntungan. Kegunaan analisis BEP bagi manajemen di antaranya bisa mengetahui biaya, volume, dan lama.

Manfaat Analisis BEP
Tujuan dan Manfaat Analisis BEP

Adapun untuk tujuan BEP secara umum berfungsi untuk menekan biaya operasional dan biaya produksi serendah yang mungkin dicapai. Namun tentu saja dalam hal ini tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas dari hasil produksi itu sendiri. Selain itu melakukan analisis BEP ini juga memiliki tujuan mempertahankan tingkat harga produk perusahaan dan menentukan harga produk.

Komponen-komponen BEP

Sebelum kamu lebih jauh mengetahui manfaat analisis BEP, kamu perlu mengetahui dulu apa saja kira-kira komponen yang ada di dalam perhitungan BEP. Berikut ini adalah komponen-komponen BEP yang perlu kamu ketahui.

1. Fixed Cost

Fixed cost merupakan bagian penting dalam analisis break even perusahaan yang kamu punya. Komponen ini adalah biaya tetap atau konstan yang dikeluarkan perusahaan, entah ada tindakan produksi maupun sama sekali tidak ada aktivitas produksi. Misalnya, fixed cost ini biasanya meliputi biaya tenaga kerja, penyusutan mesin, dan masih banyak lagi.

2. Selling Price

Selling price ini merupakan harga per unit dari jasa ataupun barang yang dijual oleh perusahaan. Mengetahui selling price menjadi salah satu manfaat analisis BEP. Yang mana hal ini bisa memudahkan kamu dalam menentukan biaya tertentu.

3. Variable Cost

Berbeda dengan fixed cost yang tetap dan konstan, variable cost merupakan biaya dari unit yang dinamis atau berubah-ubah. Dengan kata lain, seumpama rencana produksi hendak ditingkatkan, itu berarti biaya variable cost ini juga mengalami peningkatan. Begitu pula sebaliknya, jika rencananya sedikit, variable cost-nya pun ikut sedikit. Variable cost ini meliputi biaya bahan baku, biaya listrik, dan masih banyak lagi.

Manfaat Analisis BEP

Ada banyak manfaat analisis BEP. Jika kamu cermat dalam melakukan analisis, kamu bisa mendapatkan manfaat analisis BEP untuk perusahaan kamu lebih maksimal. Nah kira-kira apa saja manfaat analisis BEP?

  1. Manfaat analisis BEP adalah untuk mengetahui angka penjualan yang mesti dicapai untuk mendapatkan keuntungan.
  2. Perusahaan bisa mengetahui berapa jumlah minimum perusahaan agar tidak mengalami kerugian alias kolabs.
  3. Manfaat penerapan analisis BEP adalah perusahaan mengetahui jumlah berkurangnya penjualan agar kerugian bisa diantisipasi.
  4. Perusahaan bisa menentukan berbagai macam produk yang diperlukan untuk menunjang penjualan dan mencapai keuntungan yang sudah ditargetkan, misalnya dalam perencanaan.
  5. Perusahaan dapat mengetahui dampak dari perubahan harga jual, dampak, dan volume penjualan.

Selain lima tadi, masih ada lagi manfaat menganalisis BEP lainnya. Kali ini menurut Carter dan Ursy terdapat dua manfaat analisis BEP atau titik impas menurut dua ahli tersebut? Berikut ini saya jelaskan manfaat titik impas selain lima yang sudah saya sebutkan di atas.

  1. Perusahaan dapat mengetahui informasi tertentu. Fungsinya untuk membantu proses pengambilan keputusan mau menutup usahanya ataukah akan berlanjut. Informasi dari analisis BEP juga bisa digunakan untuk mengetahui saat yang tepat untuk tutup.
  2. Perusahaan jadi bisa mendapatkan informasi sekaligus pedoman untuk menyelesaikan problem atau masalah yang sedang dihadapi. Misalnya pengurangan atau penambahan fasilitas produksi, atau investasi dalam aktiva tetap lainnya.

Dampak Perubahan dari Faktor Analisis BEP

Manfaat Analisis BEP
Dampak dari Manfaat Analisis BEP

Selain manfaat melakukan analisis BEP, saya rasa kamu juga perlu mengetahui apa yang bakalan terjadi jika sudah mengetahui hasil dari analisis BEP ini. Menurut Mulyadi, berikut ini dampak perubahan dari beberapa faktor dalam menganalisa BEP.

  1. Perubahan dalam harga jual akan mengakibatkan perubahan dalam contribution margin dan impas.
  2. Angka laba kontribusi hanya bisa dipengaruhi oleh perubahan pada harga jual dan biaya variabel.
  3. Perubahan dalam biaya tetap tidak memengaruhi laba kontribusi tapi mengakibatkan perubahan pada impas.
  4. Perubahan biaya variabel juga bakal mengakibatkan perubahan dalam impas dan contribution margin.
  5. Penggabungan perubahan biaya tetap dan biaya variabel di arah yang sama, maka akan menyebabkan impas mengalami perubahan yang sangat tajam.

Kelemahan Analisis BEP

Selain manfaat analisis BEP yang sudah saya sebutkan di atas, kamu juga perlu mengetahui kelemahan dalam menganalisis break even point. Ini penting karena sekalipun perusahaan berusaha menganalisis BEP, tidak menampik kenyataan kalau analisis BEP juga memiliki kelemahan. Ada tiga kelemahan analisis BEP yang perlu kamu ketahui.

1. Klasifikasi Biaya

Perusahaan yang melakukan analisis break even point akan kesulitan dalam mengklasifikasikan biaya. Hal ini karena terdapat semi variable cost. Biaya semi variabel ini tetap sampai tingkat tertentu, tapi bakal berubah setelah melewati satu titik tingkat tersebut.

2. Jangka Waktu Terbatas

Analisis BEP juga memiliki batas waktu, kalau istilah dalam makanan kadaluawarsa, begitu kali ya. Nah, umumnya analisis BEP ini hanya akan diterapkan dalam setahun proyek operasi. Biaya-biaya seperti advertensi ataupun biaya tambahan tidak akan terlihat dalam waktu dekat, sementara biaya operasional sudah terlanjur meningkat. Maka target pendapat mau tidak mau mesti bertambah besar pula.

3. Asumsi Linearity

Secara umum harga jual tidak bisa terlepas dari volume penjualan. Artinya tingkat penjualan akan mencapai titik tertentu apabila harga jual per unit diturunkan. Akibatnya garis revenue bakal melengkung. Selain itu, biaya variabel operasi juga bakal bertambah besar seiring dengan meningkatkan volume penjualan. Hal ini boleh jadi disebabkan oleh menurunnya efisiensi tenaga kerja atau upah lembur yang bertambah besar.

Cara Menghitung BEP

Buat menghitung BEP atau break even point, ada dua rumus yang bisa kamu praktikkan. Yaitu menggunakan rumus nominal mata uang, atau rupiah dan unit. Berikut ini rumusnya.

–     BEP = Biaya Tetap / (Kontribusi Margin per Unit/Harga per Unit)

–     BEP = Biaya Tetap / (Harga per Unit/Biaya Variabel Per Unit)

Melalui artikel di atas jelaslah sudah bahwa analisis BEP ini sangatlah penting. Ada manfaat analisis BEP di sana. Semoga artikel singkat ini bisa membantu kamu dalam mengetahui sedikit banyak manfaat analisis BEP dan apa kelemahannya.

Bagikan:

Tinggalkan komentar