20 Contoh Iklan Persuasif, Informatif, dan Reminder Lengkap

Pemasaran, seperti yang telah diketahui merupakan ujung tombak dari sebuah perusahaan ketika ingin menjual produknya. Pemasaran bertugas untuk mengenal karakteristik pelanggan, kebiasaannya, lalu menggunakannya sebagai celah untuk memasarkan produknya. 

Salah satu cara yang dilakukan untuk menembus celah tersebut adalah dengan membuat iklan. Secara definitif, iklan bisa disebut sebagai upaya untuk merayu pelanggan agar tertarik terhadap barang maupun jasa yang sedang ditawarkan. 

Medium penyampaian iklan bisa beragam. Bisa menggunakan televisi, surat kabar, internet, media sosial, poster, banner, pamflet, dan lain sebagainya. Tujuannya hanya satu, yakni untuk mengubah keputusannya untuk membeli produk ataupun jasa yang ditawarkan. Minimal, masyarakat kenal dulu dengan produknya. 

Menurut jenisnya, iklan terbagi menjadi beberapa macam. Berdasarkan isinya, iklan dibagi menjadi tiga yakni iklan pengumuman, iklan penawaran, dan juga iklan layanan masyarakat. Tapi kalau berdasarkan tujuannya, iklan dibagi jadi dua: komersial dan non-komersial.

Ada juga iklan dibagi berdasarkan sifatnya yakni iklan persuasif, iklan informatif, dan juga iklan reminder. Kali ini, khusus akan membahas tentang jenis iklan yang dibagi berdasarkan sifatnya. Untuk jenis iklan lainnya akan dijelaskan di lain kesempatan. 

Iklan Persuasif

Bagi kamu yang ingin tahu apa itu iklan persuasif, tujuan, hingga contohnya, bisa simak di bawah ini ya sobat.

1. Apa Itu Iklan Persuasif?

Iklan persuasif yaitu iklan yang dibuat khusus untuk membujuk ataupun merayu konsumen agar melakukan pembelian terhadap barang atau jasa yang ditawarkan. Secara definitif, persuasif adalah upaya untuk merubah keputusan pembelian pelanggan dengan cara yang halus lagi tidak terlihat. 

Tapi bukan pakai santet, pengasihan, atau ilmu-ilmu semacamnya loh ya. Halus di sini merujuk pada metode penyampaian pesan secara tidak kentara. Bisa juga dikatakan, iklan persuasif merupakan iklan yang akan ‘menghipnotis’ siapapun yang melihatnya. 

Iklan dengan tingkat daya rayu atau daya membujuk yang sangat kuat akan membuat konsumen atau pelanggan potensial bisa dekat dengan produk ataupun jasa yang ditawarkan. Indikatornya, minimal pelanggan atau calon konsumen mau untuk mencoba produk maupun jasa tersebut. 

Kalimat iklan bersifat persuasif artinya kalimat yang berisikan ajakan, rayuan, dan bujukan kepada konsumen untuk membeli barang serta jasa yang sedang ditawarkan. 

2. Tujuan Iklan Persuasif

Iklan persuasif dibuat untuk beberapa tujuan berikut ini:

  • Memberikan pilihan merk atau brand
  • Membuat konsumen memilih pindah ke brand atau merk
  • Memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk membentuk persepsi terhadap produk yang ditawarkan
  • Berusaha untuk merayu dan membujuk pelanggan agar langsung membeli saat jasa ditawarkan

3. Ciri-ciri Iklan Persuasif

Jika kamu belum mengetahui bagaimana bentukan dari iklan persuasif, berikut ini ciri-cirinya. 

  • Menggunakan kata-kata ajakan seperti “segera”, “ayo”, “belilah”, dan lain sebagainya. 
  • Iklan persuasif sering menggunakan tanda seru untuk menunjukkan kesan intonasi yang meninggi. Misalnya, “segera dapatkan produk…!”.
  • Biasanya menggunakan bahasa yang menarik. Terkadang sering ditemukan, bahasa dalam iklan persuasif memiliki rima agar orang lebih mudah ketika mengingatnya. Misalnya, “Main game tapi smartphone sering panas? Frame pecah bikin main game tidak puas?”, serta beberapa contoh yang sejenisnya. 
  • Biasanya juga mengandung beberapa pertanyaan yang sebenarnya tidak membutuhkan tujuan. Contohnya, “Pengin cuan tapi nggak ngerti caranya?”, dan beberapa contoh yang sejenis lainnya. 

4. Contoh Iklan Persuasif

Kalau mungkin masih bingung tentang bagaimana bentuk dari iklan persuasif, lebih baik simak saja beberapa contoh di bawah ini. 

Contoh Iklan Sepatu

Kalau misal yang ingin ditawarkan adalah iklan sepatu, contohnya begini:

“Sepatu kamu cepat rusak? Mau beli baru tapi nggak tahu sepatu yang berkualitas? Segera dapatkan sepatu (..merk) di toko alas kaki kesayangan kamu, ada hadiah menariknya juga loh!” 

Contoh Iklan Smartphone

Contoh di atas untuk iklan sepatu, sekarang contoh untuk iklan smartphone. Biasanya sih sekarang nyari harga smartphone yang murah tapi ingin spesifikasinya macem smartphone flagship. Contoh iklannya begini:

“Smartphone murah, spek dewa. Bisa cicil pula. Ayo dapatkan smartphone (..merk) ini. Harga miring, kualitas bersaing!

Contoh Iklan Persuasif di TV

“Floridina Florida Orange, jeruk Afrika bikin harimu bahagia.”

“Sprit, nyatanya nyegerin.”

“Manisnya sirup marjan, begitu kaya rasa.”

Tau lah ya nama-nama produk di atas? Itu hanya diganti saja nama produknya, kalau kalimatnya udah sesuai dengan yang ada di TV. 

Contoh Kalimat Persuasif Iklan Shampo

“Klir, lindungi kulit kepalamu dari ketombe yang menyebalkan.”

“Rejuice, 5 kali lebih lembut, rambut jadi hitam dan berkilau.”

“Klir fresh lemon, tendang ketombe sampai habis. 1000% percaya diri!”

Sama halnya dengan iklan sebelum ini, namanya diganti dan dibikin beberapa penyesuaian. Tapi konteksnya sama saja kok. 

Contoh Iklan Persuasif Bahasa Jawa

“Octagon, Pancen Oye” 

“Wesewesewes Bablas Anginipun”

Udah tahu kan ya itu slogannya seperti apa? Itu diubah sedikit saja, hehe. 

5. Contoh Gambar Iklan Persuasif

contoh iklan persuasif
Contoh Iklan Persuasif
Gambar: Instagram @alfamart

Pada gambar tersebut jelas sekali ada kalimat ajakan yaitu “Dapatkan Hadiahnya” yang ingin membuat pembeli senang karena setelah belanja akan dapat hadiah.

Iklan Informatif

Berikut ini kami jelaskan mengenai iklan informatif, baca sampai habis yuk!

1. Apa Itu Iklan Informatif?

Iklan informatif adalah salah satu jenis iklan yang menjelaskan tentang spesifikasi produk secara rinci dan lengkap. Iklan ini dibuat dengan tujuan agar para konsumen atau calon pembeli bisa mendapatkan pengetahuan mengenai produk baru atau pembaharuan yang terjadi pada produk lama dan juga mengetahui harganya.

2. Tujuan Iklan Informatif

Bedanya dengan iklan persuasif, untuk iklan informatif itu di dalamnya berisikan informasi yang sangat lengkap. Jadi tidak memakai slogan atau motto seperti yang ada di iklan persuasif. Tujuannya sendiri adalah sebagai berikut:

  • Memberi pelanggan dengan informasi komprehensif mengenai produk
  • Mengenalkan produk yang baru rilis
  • Menjelaskan bagaimana cara kerja suatu produk
  • Menjawab pertayaan pembeli akan suatu produk
  • Memberi tahu apakah ada perubahan harga produk maupun jasa atau tidak

3. Ciri-ciri Iklan Informatif

Untuk iklan informatif, begini ciri-cirinya:

  • Memberi tahu pasar bahwa ada produk baru
  • Menjelaskan fungsi dari barang ataupun jasa
  • Menjelaskan fakta suatu produk ataupun jasa
  • Menjelaskan tetang apa saja kelebihan dari barang maupun jasa

4. Contoh Iklan Informatif

Daripada bingung, mending langsung lihat contohnya:

Contoh Iklan Rokok

“Baru, Dji Sem Sue hadir dengan kemasan premium. Mutu terjamin dan rasa yang khas walaupun dengan kemasan baru.”

Contoh Iklan Smartphone

“Smartphone Sumsang, hadir dengan kamera setara SLR. Dilengkapi juga dengan processor yang mendukungmu bermain game favorit.”

Contoh Iklan Kartu Perdana

“Kartu perdana One, hadir bagi pecandu internet. Kuota unlimited. Tak perlu khawatir lagi kehabisan kuota. Segera beli, hanya Rp50.000 per bulan.”

Iklan Informatif Coca Cola

“Coco Colo dengan kemasan yang lebih praktis, dapatkan di gerai atau warung terdekat. Mulai Rp4000.”

Contoh Iklan Informatif Bahasa Jawa

“Kartu As, telpon sakarepmu, internetan sak puasmu. Regone mung Rp25.000. Kuota unlimited, bonus pulsa. Ndang golek neng konter cedak omahmu!”

5. Contoh Video Iklan Informatif

Bagi kamu yang penasaran bagaimana contoh iklan informatif, bisa lihat video iklan HP OPPO di bawah ini:

Iklan Reminder

Selanjutnya, Wong Cerdas akan menjelaskan mengenai iklan reminder. Apa sih pengertian iklan reminder dan contoh iklannya? Baca selengkapnya di bawah ini ya sobat.

1. Apa Iklan Reminder?

Iklan reminder adalah jenis iklan yang dibuat untuk konsumen agar tidak melupakan produk setelah mereka pernah sekali atau beberapa kali membelinya. 

2. Tujuan Iklan Reminder

Ada beberapa tujuan dari iklan reminder yang perlu diketahui, berikut ini beberapa tujuannya:

  • Mengingatkan konsumen atau pelanggan bahwa produk yang mereka butuhkan segera tersedia di toko kesayangannya dalam waktu dekat. 
  • Mengingatkan para pembeli terkait tempat jualan atau tempat outlet ketika ingin mendapatkan barang
  • Membuat produk atau jasa tetap diingat oleh pembeli sekalipun perusahaan tidak melakukan promosi

3. Ciri-ciri Iklan Reminder

Ciri-ciri untuk iklan reminder yang bisa kamu amati adalah sebagai berikut:

  • Kalimat yang digunakan biasanya berupa rayuan atau bujukan bagi pelanggan untuk melakukan pembelian ulang
  • Biasanya menggunakan kalimat atau kata-kata yang bertujuan untuk menjalin hubungan baik dengan pelanggan
  • Kalimatnya bersifat mengingatkan

4. Contoh Iklan Reminder

Contoh Iklan Sepatu

“Jangan lewatkan promo sepatu super baru dari HolyPed. Dapatkan di gerai resmi HolyPed terdekat di kotamu.”

Contoh Iklan Smartphone

“Smartphone Oddo, sekarang sudah merilis versi barunya. Dapatkan Oddo hanya di outlet resmi Oddo Semarang, Jln. Pattimura No. 15.

Contoh Iklan Minimarket

“Hi, sudah masuk Promo JSM — Promonya Indomarket setiap Hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Yuk berkunjung ke Indomarket yang kamu cintai dan serbu promonya”

Contoh Iklan Pakaian

“Kalau pakaian rusak, janga lupa, datang ke Toko Fashion & Beauty di Jalan Karimata, Jember No. 22.” 

Contoh Iklan Reminder Bahasa Jawa

“Enek obat anyar opo wae, tetap ora iso ngalahno Tolak Angin seng wes jelas kualitase. Tolak angin iso mbok tuku neng warung-warung cedak omah utowo langsung nang distributor e. Orang pinter, ngombe Tolak Angin.”

5. Contoh Gambar Iklan Reminder

iklan reminder
Contoh Iklan Reminder
Gambar: instagram @indomaret

Tanya Jawab Seputar Iklan Persuasif, Informatif & Reminder

1. Mengapa iklan harus menggunakan bahasa yang persuasif?

Iklan harus menggunakan bahasa yang persuasif agar pelanggan atau calon konsumen yang membacanya bisa dibujuk agar tertarik membeli produk maupun jasa secara langsung. 

2. Apa perbedaan iklan informatif dan persuasif?

Perbedaan mendasar dari iklan informatif dan persuasif adalah pada penggunaan kalimatnya. Iklan persuasif cenderung menggunakan kalimat-kalimat pendek berupa seruan, ajakan, motto, ataupun slogan yang tujuannya hanya untuk menarik minat dari pembeli. 

Sedangkan iklan informatif berisi informasi lengkap dan rinci mengenai produk maupun jasa yang ditawarkan. Termasuk harga, jenis produk, keunggulan, dan bagaimana cara kerja suatu produk saat ingin digunakan. 

3. Sebutkan ciri-ciri iklan informatif dan persuasif?

Seperti yang disebutkan di atas, untuk ciri-ciri iklan informatif menggunakan kalimat yang cukup panjang karena harus menjelaskan secara rinci tentang harga, spesifikasi, perubahan kemasan, pembaharuan fitur, dan segala kelengkapan produk lainnya.

Sedangkan iklan persuasif biasanya menggunakan kata-kata ataupun kalimat yang diakhiri dengan tanda seru, slogan, motto, yang isinya berupa tulisan dengan nada atau intonasi tinggi karena sifatnya untuk mempengaruhi.

4. Iklan itu harus informatif artinya apa?

Iklan harus informatif artinya saat membuat iklan, di dalamnya harus terdapat penjelasan yang rinci dan lengkap atau komprehensif tentang produknya seperti penjelasan mengenai perubahan harga, perubahan tampilan, ganti kemasan, pembaharuan fitur, dan lain sebagainya. 

5. Mengapa teks iklan sebagai reminder?

Teks iklan digunakan sebagai reminder agar masyarakat tidak melupakan produk maupun jasa yang sebelumnya pernah digunakan dan juga mengingatkan masyarakat tentang dimana mereka bisa mendapatkan produk tersebut. 

Sekian informasi mengenai dunia periklanan. Semoga membantu.

Bagikan:

Tinggalkan komentar