Ketahui Format Proposal Usaha yang Baik dan Mudah Dipahami

Membikin sebuah usaha tak selalu dengan modal sendiri. Ya kadang, paling yang diandalkan modal dari orang tua. Namun, bagaimana jika orang tua pun tidak punya?

Kita mau cari modal dari mana? Tentu kita harus menawarkan rencana bisnis ini ke orang lain yang mungkin akan investasi. Hal yang dibutuhkan untuk itu adalah proposal, tapi sebelum membuatnya perlu diketahui dulu format proposal usaha yang baik dan benar.

Format Proposal Usaha yang Baik dan Benar

Mengetahui format proposal usaha yang baik dan benar, bisa menghindari kita dari penolakan oleh calon investor. Akan sangat disayangkan apabila belum apa-apa proposal sudah ditolak.

Untuk itu, selain pengetahuan, utamanya pengetahuan mengenai bisnis, kamu juga harus terampil dalam menyusun proposal usaha. Adapun format proposal usaha yang baik akan saya bahas pada artikel ini. Jadi kamu bisa membaca contoh format proposal usaha yang akan kami bahas berikut ini.

Format Proposal Usaha Sederhana

Meski format usaha proposal bisa lebih sederhana, ada beberapa hal yang perlu kamu ingat. Hal-hal berikut ini sangat penting ketika kamu hendak bikin proposal usaha bisnis. Maka membacanya sampai tuntas, saya rasa menjadi jalan terbaik. Supaya ketika buat proposal kamu enggak keliru.

1. Cover

Pertama kali dalam format proposal usaha adalah cover. Cover ini sangatlah penting, karena dari sanalah orang akan melihat identitas dan garis besar rencana bisnis yang hendak kamu tawarkan. Coba bayangkan kalau tanpa cover? Tentu orang mau membacanya saja ogah. Jangankan buat membaca, tahu itu proposal bisnis saja tidak.

2. Daftar Isi

Seperti halnya makalah ataupun tugas akhir, daftar isi sangat penting. Maka format proposal usaha mestilah mencantumkan daftar isi. Ini bisa untuk memudahkan si calon investor atau orang yang bakal kamu ajak kerjasama. Memudahkan buat apa? Biar orang lain bisa langsung sampai ke halaman-halaman yang boleh jadi penting untuk lebih dulu dibaca.

Atau bisa juga meninjau ulang sesuatu yang kelewat. Tak bisa terbayangkan jika tidak ada daftar isi. Maka akan sangat kerepotan untuk mencari halaman yang memuat informasi penting dari proposal yang kamu bikin.

3. Judul

format proposal usaha
Format Proposal Usaha

Usahakan dalam membuat proposal usaha, judulnya tidak usah kepanjangan. Lebih singkat dan lebih spesifik sangat saya sarankan. Namun begitu, hendaknya judul yang kamu bikin bisa mewakili kegiatan usaha yang kamu usulkan.

4. BAB I

Format proposal usaha, ada Bab I yang umumnya diisi semacam pendahuluan. Jika kamu kurang paham, pendahuluan itu kayak bagaimana latar belakang kamu kok bisa berpikiran bikin usaha seperti yang dijelaskan dalam proposal. Nah di bagian pendahuluan ini terpecah-pecah lagi menjadi sebagai berikut:

  • Latar Belakang, menjelaskan bagaimana usaha itu tercetus, sekaligus bagaimana peluang usaha yang diusulkan. Hal itu mengenai profil dan kondisi pasar. Selain itu juga berisi apa-apa yang relevan dengan keadaan. Serta menjelaskan pula potensi dari segi wilayah, sosial, dan ekonomi.
  • Bidang Usaha, di bagian ini kamu bisa mengurai bidang-bidang usaha apa saja yang bakal dilakukan.
  • Tujuan, coba bayangkan sebuah usaha tak memiliki tujuan? Jelas akan muncul sebuah ketidakstabilan karena tak punya arah. Maka di dalam format proposal usaha bagian Bab I ini ada tujuan. Yaitu untuk menjelaskan apa saja sih tujuan dari usaha yang bakal dirintis.
  • Manfaat, hal ini juga dibutuhkan. Kamu perlu menguraikan apa saja manfaat dari produk atau usaha yang kamu rintis. Apa manfaatnya buat masyarakat, misalnya.

5. BAB II

Bab II dalam format proposal usaha diisi gambaran usaha, meliputi bagaimana perencanaannya, pelaksanaan, hingga bagaimana nanti evaluasinya.

6. BAB III

Kamu perlu ingat ini, bahwa format proposal usaha yang benar adalah yang ada Bab III. Bab ini berisi rencana pemasaran. Ini sangat penting. Kamu bikin usaha, tapi kok enggak bisa dijual. Nah itu repot. Makanya rencana pemasaran ini dicantumkan ke proposal usaha, biar si orang yang ditawari itu yakin kalau kamu sungguh-sungguh mau bikin usaha.

7. BAB IV

Saya bisa saja bikin contoh proposal usaha singkat. Tapi meski singkat, saya tidak akan melewatkan atau mengabaikan Bab IV. Karena Bab IV ini yang, menurut saya cukup krusial. Dalam Bab IV berisi rencana anggaran biaya dan prakiraan profit. Jadi, sebelum kamu mencari modal buat usaha, pikirkan dulu rencana anggaran biaya.

Rencanakan biayanya, hitung secermat mungkin. Jadi calon investor akan mempertimbangkan besaran modal yang akan dia berikan. Begitu pula dengan prakiraan profit. Seorang investor tentu bisa saja enggan menanamkan modalnya ke usaha kamu. Dan buntutnya bisa jadi kamu enggak dapat modal, hanya karena lupa mencantumkan prakiraan profit, atau hanya mencantumkan “pokoknya jalan, profit mengikuti”. Mblegedhes.

8. Kesimpulan

Dalam format proposal usaha, apa pun usahanya, kesimpulan ini sangatlah penting. Ya setidaknya, buat menyimpulkan apa-apa yang sudah disampaikan di bab-bab sebelumnya. Menyampaikan kesimpulan enggak perlu kepanjangan, diringkas saja. Kalau bisa tidak melebihi satu halaman.

9. Analisis SWOT

Setiap kali bikin proposal usaha, pastikan kamu tidak melupakan analisis swot. Analisis swot ini bisa kamu cantumkan di BAB II. Tahu kan analisis swot? SWOT adalah singkat dari Strengths (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang/keuntungan), dan Threats (ancaman).

Keempat-empatnya perlu kamu jabarkan dulu. Misalnya mau bikin usaha kripik tempe. Apa sih kekuatannya? Apa pula kelemahan dari usaha ini? Keuntungan atau peluangnya seperti apa? Dan apakah ada ancaman ketika bikin? Ancaman ini bisa juga berarti tantangan.

10. Prospek Keuntungan

 Dalam format penulisan proposal usaha, pasti ada prospek keuntungan. Ini semestinya tidak dilupakan kalau mau bikin proposal usaha. Sebab, orang yang akan ngasih ke kamu modal buat usaha, itu dia pasti akan mikir, kira-kira usaha kamu itu menguntungkan seberapa. Lalu berapa keuntungan buat dia? Investor tak akan mau memberi modal kepada calon usaha yang tak jelas prospek keuntungannya.

11. Strategi Pemasaran

Format proposal usaha yang tak boleh dilupakan adalah strategi pemasaran. Bagaimana produkmu itu akan dipasarkan? Melalui media apa? Strategi pemasaran ini bisa juga untuk menjamin bahwa produk tidak hanya diproduksi tapi bisa juga habis dijual. Kan enggak mungkin dong produknya cuma buat pajangan?

Investor, saya yakin mana mau approve proposal usaha yang tidak ada strategi pemasaran. Hal itu selain menunjukkan ketidakseriusan, juga meragukan. Meragukan dalam hal penjualannya. Yakin nih produk yang akan diproduksi ini bakalan laku? Begitu kira-kira.

Mungkin sampai segini dulu penjelasan mengenai format proposal bisnis. Mudah-mudahan saja ularan saya ini tidak bikin kamu bingung. Iya, setidaknya lewat artikel ini kamu mungkin akan lebih mantep lagi kalau mau bikin usaha. Enggak asal-asalan bikin proposalnya, dan saya doakan mudah-mudahan dapat investor. Oh ya contoh di atas juga bisa masuk ke format proposal usaha makanan.

Bagikan:

Tinggalkan komentar