Cara Ternak Kelinci Potong yang Mudah untuk Dilakukan

Kelinci merupakan hewan mamalia berbulu yang lucu dan menggemaskan. Selain dijadikan sebagai hewan peliharaan kelinci juga bisa dimakan. Dagingnya lembut, enak, dan teksturnya hampir mirip daging ayam.

Kuliner berbahan dasar kelinci pun ada banyak. Oleh sebab itu, kelinci bisa menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Tertarik untuk mencoba? Ayo pelajari cara ternak kelinci potong berikut ini : 

Cara Ternak Kelinci Potong atau Pedaging

Cara budidaya kelinci tidak terlalu sulit, mamalia satu ini sangat mudah dalam hal perawatan serta murah pakannya. Sebab kunci merupakan hewan herbivora yang memakan tumbuhan, seperti rumput, buah, dan sayuran. Nah, jika ingin sukses menjadi peternak kelinci potong ikuti langkah langkah dibawah ini dengan seksama : 

Memilih Jenis Kelinci yang Baik 

Cara ternak kelinci potong yang pertama adalah memilih jenis kelinci. Jenis kelinci itu ada banyak sekali tapi tidak semua kelinci bisa dijadikan sebagai kelinci pedaging. Syaratnya adalah memiliki badan yang besar dan lebar, memiliki imunitas tubuh yang tinggi, serta mudah berkembang biak. Di bawah beberapa jenis kelinci yang cocok dijadikan sebagai kelinci potong : 

  1. Kelinci Rambon

Kelinci ini merupakan hasil persilangan antara kelinci lokal dengan impor. Berat rata-rata nya sekitar 3.5 kg. Kelinci dewasa mampu berkembang biak 4x dalam setahun. Sekali melahirkan kelinci ini bisa menghasilkan 6 bayi kelinci. Ciri cirinya aktif, memiliki badan panjang dan besar jika dibandingkan kelinci lokal.  

  1. Kelinci New Zealand

Kelinci jenis ini merupakan salah satu kelinci pedaging terbaik. Kelinci ini banyak dipilih sebab perawatannya mudah dan bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan Indonesia walaupun kampung halamannya dari Amerika. Sekali melahirkan kelinci ini mampu menghasilkan 10 – 12 ekor bayi kelinci. Bobot rata-rata nya mencapai 6 kg. Ciri khas dari kelinci ini adalah adanya tonjolan pada bagian dada, kepala besar sedikit bulat, serta bulu yang bersih tanpa corak.

  1. Kelinci Flemish Giant 

Kelinci jenis ini juga menjadi primadona para peternak kelinci sebab badannya yang sangat besar. Bobot rata-rata nya bisa mencapai 6 – 12 kg. Sekali melahirkan kelinci ini mampu menghasilkan 12 ekor bayi kelinci. Ciri fisiknya dapat dilihat dari ukurannya yang besar, bulu tebal, serta kepala dan telinga yang besar. 

  1. Kelinci Rex 

Kelinci Rex berasal dari Perancis yang merupakan hasil persilangan kelinci lokal dengan. Kelinci hias. Kelinci jenis ini tidak terlalu bersahabat dengan air jika badannya basah bisa menimbulkan masalah yang tidak diinginkan. Tubuhnya yang besar membuat kelinci ini banyak dibudidayakan sebagai kelinci pedaging. Ciri fisiknya yaitu memiliki kepala yang lebih besar dibanding kelinci lainnya dan bukunya tidak tebal namun bermotif. 

  1. Kelinci American Chinchilla

Sesuai namanya kelinci ini berasal dari Amerika. Ukurannya yang besar membuat kelinci ini banyak dibudidayakan untuk diambil dagingnya. Bobot dewasanya bisa mencapai 7 kg. Ciri fisiknya yaitu memiliki bulu berwarna abu abu, daging penuh berisi, punggung ramping dan melengkung sampai pantat. 

  1. Kelinci Selandia baru putih

Jenis kelinci ini paling banyak ditemui dalam berbagai macam olahan kuliner berbahan dasar kelinci. Bobot tubuhnya ketika siap panen cukup besar mencapai 5 kg, dengan perawatan yang baik. 

Memilih Indukan Kelinci Potong / Pedaging 

cara ternak kelinci potong
cara ternak kelinci potong yang mudah

Cara ternak kelinci potong yang selanjutnya adalah memilih indukan kelinci potong. Indukan sangat berpengaruh pada budidaya kelinci potong kamu. Jadi ketika memilih indukan jangan asal comot harus memilih kelinci yang memiliki kualitas baik agar keturunannya juga baik. Nah karena itu perhatikan beberapa aspek berikut ini : 

  1. Kelinci harus dalam keadaan yang sehat
  2. Tidak ada cacat pada tubuhnya baik mental maupun fisik
  3. Bulunya bersih dan cerah
  4. Matanya berwarna merah bening
  5. Cukup usia
  6. Bobot minimal untuk kelinci betina adalah 4 kg sedangkan jantan 3 kg
  7. Pinggulnya bulat
  8. Aktif dan lincah

Pemberian Makan Kelinci

Dalam beternak kelinci potong pemberian maknanya tidak boleh disamakan dengan kelinci biasa, sebab dagingnya akan dijual jadi perlu meningkatkan kualitas daging agar harga bisa naik. Misalnya dengan memberikan nutrisi tambahan serta memperhatikan menu makannya. Nah, begitu deh cara ternak kelinci potong untuk pemberian makannya.

Nutrisi tambahan yang bisa kamu pilih seperti hormonik atau piterna yang dicampurkan kedalam makanan padat kelinci seperti pelet, bekatul, atau ampas tahu. Selain mengkonsumsi makanan padat berikan juga makanan yang berasal dari tumbuhan seperti rumput, wortel, dan sayuran hijau. Karena kelinci hewan nokturnal berikan makan sedikit lebih banyak saat malam hari. Jangan lupa diberi minum. 

Cara Mengembangbiakkan Kelinci 

Jangan lupakan cara ternak kelinci potong yang satu ini. Setelah semua siap langkah selanjutnya dalam budidaya kelinci pedaging adalah mengawinkan kelinci agar menghasilkan keturunan. Nah proses kawin ini baru bisa dimulai ketika kelinci betina berusia 6 bulan dan jantan berusia 8 bulan. Usia yang cukup sangat dibutuhkan untuk mengurangi resiko yang tidak diinginkan. 

Nah setelah memilih kelinci yang cocok maka proses kawin bisa dilakukan pada saat siang, sore, atau malam hari. Caranya adalah dengan memasukkan kelinci betina ke dalam kandang si jantan. Biarkan mereka kawin secara alami. 

Berikan jeda waktu 10 menit setelah melakukan proses pertama kawin yang pertama. Jika sudah masukkan lagi kelinci betina ke dalam kandang jantan. Lakukan cara ternak kelinci potong ini terus sampai kelinci betina lelah dan tidak mau lagi. Kembalikan betina ke kandangnya dan tunggu hasilnya. 

Perawatan Anak Kelinci 

Anak kelinci yang baru lahir biasanya memiliki kulit berwarna merah, belum bisa membuka mata, serta tidak memiliki bulu. Oleh sebab itu pastikan kandangnya selalu bersih dan hangat. 

Untuk menunjang nutrisinya selain dari asi induknya kamu bisa memberikan makanan dari sayuran yang dihancurkan agar mudah ditelan serta menambahkan suplemen makanan. 

Pisahkan anak kelinci dari induknya ke kandang pembesaran jika anak kelinci sudah disapih induknya dan terlihat mandiri. Berikan makanan yang cepat menambah berat badan serta mendorong dan meningkatkan perkembangannya. 

Kandang Kelinci Pedaging

cara ternak kelinci potong
cara ternak kelinci potong

Cara ternak kelinci pedaging yang baik selain memperhatikan indukan serta makannya juga harus membuatkan kandang yang nyaman dan layak huni. Jangan buat kandang di dekat pemukiman sebab kelinci jenis ini lebih menyukai kedamaian dan ketenangan dari hingar bingar aktivitas manusia. 

Kamu bisa membuat kandang kelinci dari material bambu atau kayu dengan ukuran panjang 200 cm x 70 cm. Kandang ini mampu menampung 10 ekor kelinci. Pastikan kandang yang dibuat memiliki sirkulasi udara yang baik serta suhu stabil berkisar 21°C. Cara ternak kelinci potong yang benar adalah cukup satu kandang hanya boleh diisi satu jenis kelamin saja. Tidak boleh mencampurkan jantan dan betina. 

Ada 3 jenis kandang kelinci : 

  1. Kandang postal. Khusus digunakan untuk anak kelinci. 
  2. Kandang baterai. Khusus pembesaran anak kelinci yang sudah disapih induknya. 
  3. Kandang terbuka. Merupakan salah satu cara ternak kelinci di tanah. Biasanya digunakan untuk kelinci dewasa atau yang sudah siap potong. Jaga kebersihan kandang dan pastikan kandang dalam keadaan kering. Kelinci tidak suka kandang yang lembab. 

Analisa Usaha Kelinci Potong

Cara usaha ternak kelinci potong terlihat mudah namun bagaimana perhitungan untung ruginya? 

Biaya produksi 

  1. Biaya pembelian bibit indukan 20 ekor @Rp 20.000 x 20 = Rp 400.000
  2. Biaya bibit jantan 3 ekor @Rp 30.000 = Rp 90.000
  3. Biaya pembuatan kandang = Rp 5.000.000
  4. Biaya pakan 1 tahun = Rp 8000.000. kalau mah hemat cari rumput sendiri. 
  5. Biaya obat dan suplemen = Rp 500.000 

Total biaya produksi = Rp 6.790.000 

Pendapatan 

Jika kamu menerapkan cara ternak kelinci potong, 1 indukan mampu menghasilkan keturunan 6 ekor kelinci hidup. 

Dalam setahun 4x melahirkan. 

20 x 6 = 120 ekor kelinci. 

Usia kelinci siap panen 4 bulan, berarti dalam setahun 3x panen. 

Harga per ekor rata rata sekitar Rp 150.000

Jadi Rp 150.000 x 3 x 120 ekor = Rp 54.000.000

Pendapatan bersih 

Rp 54.000.000 – Rp 6.790.000 = Rp 47.210.000

Pendapatan ini belum dikurangi biaya karyawan dan transportasi.  

Jadi, apakah kamu tergiur untuk melakukan cara ternak kelinci potong yang sudah kami jelaskan?

Harga Kelinci Pedaging atau Kelinci Potong

Harga kelinci pedaging dipengaruhi dari jenis kelinci yang dibudidayakan. Harga kelinci pedaging jenis Flemish Giant biasanya dibanderol per ekor sekitar Rp 400.000 sedangkan kelinci silangan biasa dibanderol Rp 250.000 per ekor, untuk kelinci lokal biasanya dibanderol Rp 150.000 per ekornya. 

Harga bisa berubah tergantung dari berat badan serta bentuk fisik kelinci. Jika dijual kiloan biasanya kelinci pedaging dihargai Rp 50.000/kg. Harga daging kelinci jauh lebih stabil dibanding daging lain yang sering mengalami fenomena naik turun. Walaupun cara ternak kelinci pedaging mudah tapi hasilnya lumayan menjanjikan. 

Baca juga tips ternak lainnya:

Cara Pemasaran Ternak Kelinci

cara ternak kelinci potong
cara ternak kelinci potong dan pemasarannya

Cara memasarkan kelinci ada 2 yaitu dipasarkan sendiri atau melalui pengepul kelinci pedaging. Masing masing caranya memiliki kelebihan tersendiri. 

Jika kamu memasarkan ke pengepul maka kamu tidak perlu memikirkan biaya transportasi yang dibutuhkan dari peternakan sampai tangan pelanggan, dan kamu tidak perlu capek capek mencari pelanggan namun sayangnya harga ditentukan oleh pengepul. Kamu cuma bisa pasrah dengan harga yang diberikan baik itu murah atau mahal. 

Jika memasarkan sendiri kamu bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak. Caranya adalah dengan membuka toko kelinci pedaging. Selain toko fisik kamu juga bisa mencoba memasarkan melalui media sosial. Selain, daging bulu dan kotoran kelinci juga laku dijual. Setelah memahami cara ternak kelinci potong, jangan lupakan cara memasarkan ternak kelinci ya sobat!

Kelinci Pedaging Lokal 

Selain kelinci ras luar serta campuran ternyata ada jenis kelinci lokal yang bisa dibudidayakan sebagai kelinci pedaging yaitu kelinci Jawa. Cara beternak kelinci lokal satu ini pun tergolong sangat mudah, sebab berasal dari dalam negeri tentunya tidak membutuhkan adaptasi lagi. 

Perawatannya juga sangat mudah dan murah serta lebih tahan terhadap penyakit dan perubahan suhu Indonesian. Cara ternak kelinci potong tanpa ngarit juga bisa diterapkan pada kelinci jenis ini. Cukup membuat pagar pembatas yang mengelilingi kandang setinggi 1.5 meter agar kelinci tidak bisa kabur. Tanami dalam kandang rumput yang disukai kelinci serta beberapa jenis sayuran. 

Berikan juga minum yang cukup. Biarkan tanaman tumbuh dan berkembang dengan sendirinya. Nantinya akan terbentuk simbiosis mutualisme. Dimana tanaman mendapatkan nutrisi dari kotoran kelinci dan kelinci mendapatkan makanan segar. 

Kelinci Jawa ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibanding ras luar dan blasteran namun kecepatan berkembang biaknya luar biasa. Dalam setahun mampu melahirkan 7x dengan rata rata menghasilkan 6-10 ekor bayi kelinci hidup. 

Bagaimana cara ternak kelinci potong sangat mudah dan menjanjikan bukan. Jadi jangan ragu untuk memulai usaha. Dengan niat, dan doa yang kuat pasti bisa meraih kesuksesan. Sekian dan terimakasih. 

Bagikan:

Satu pemikiran pada “Cara Ternak Kelinci Potong yang Mudah untuk Dilakukan”

Tinggalkan komentar