Cara Mempromosikan Produk secara Lisan 99% WORK

Salah satu strategi promosi yang sering dilakukan oleh banyak orang adalah dengan promosi secara lisan. Tentu, kamu perlu belajar tentang cara mempromosikan produk secara lisan agar bisa memperoleh penjualan pada saat berbincang dengan calon pembeli.

Menurut Jack Trout, strategi adalah tentang bagaimana kita bisa bertahan di dunia yang kompetitif, tentang bagaimana cara kita mengubah persepsi di pikiran sang calon pembeli agar berbeda, tentang mengenali keunggulan dan kelemahan kompetitor, menjadi ahli di bidangnya, menguasai satu kata yang terngiang-ngiang di kepala, memahami tentang kondisi realitas pasar, dan menjadi yang lebih baik diantara banyak penjual.

Belajar promosi produk secara lisan pasti berkaitan dengan strategi yang kita gunakan. Eh btw, apa sih promosi itu? Promosi adalah kegiatan yang berupaya menginformasikan pasar target tentang produk yang tepat. “Ini lho produk kecantikan yang bikin jerawat jadi hilang.”

Promosi itu terbagi menjadi tiga macam yaitu personal selling (penjualan tatap muka), mass selling (penjualan massal), dan sales promotion (promosi penjualan).

Cara mempromosikan produk secara lisan berkaitan erat dengan personal selling. Pasti kamu pernah ketika kita ingin berbelanja, seorang penjual akan menghampiri lalu menanyakan apa keinginan kita. Kemudian, akan berlanjut untuk menawarkan produk-produk yang mereka miliki.

Pada intinya, tujuan promosi produk adalah memperkenalkan produk dan menciptakan penjualan.

Cara Mempromosikan Produk secara Lisan

Saya ingat sewaktu dulu ketika membeli gadget ke salah satu mall. Di mall tersebut akan dibagi beberapa lantai. Khusus untuk penjualan teknologi seperti gadget dan komputer itu berada di lantai 1.

Wow, ada berbagai merk gadget yang mereka tawarkan. Semua toko di sana punya sales promotor yang telah melewati training. Dari sini saya melihat kekuatan mempromosikan produk secara lisan begitu penting untuk dilakukan.

cara mempromosikan produk secara lisan
Cara mempromosikan produk secara lisan

Saya melangkah masuk ke lantai 1 tersebut, melewati berbagai toko. Dan yeah ada yang menyapa dengan senyum yang ramah, ada yang langsung menawarkan produk secara blak-blakan seperti “HP Piponya kak, lagi ada diskon…” dan lain-lain.

Dan banyak sekali contoh teks mempromosikan produk yang sering dipakai orang-orang seperti buy 1 get 1, diskon 59%, atau menggunakan angka 99.999 yang biasanya terkesan lebih murah padahal bisa dibulatkan ke atas.

Kali ini saya mengutip cara mempromosikan produk secara lisan atau dikenal juga dengan personal selling, penjualan tatap muka dari sebuah channel Youtube tentang Samsung Soulmate. Personal selling sudah mencakup cara mempromosikan produk secara lisan.

Di sini akan dibahas tentang teknik dasar menghadapi calon pelanggan oleh sales promotor dari Samsung. Yuk cekidot kita kupas cara mempromosikan produk secara lisan.

Basic Selling Skill – Greeting & Manner

Pada bagian ini kita akan mengenal dasar-dasar ketika pengunjung atau calon pembeli datang untuk pertama kalinya ke toko kita.

Bagaimana caranya ? Yuk baca sampai habis.

1. Sapa Pengunjung dengan Ramah dan Santai

Ini yang saya ingat sewaktu dulu membeli gadget. Salah satu pegawai yang saya datangi tokonya akan menghampiri saya lalu dengan ramahnya menyapa sembari memberikan senyum.

cara mempromosikan produk secara lisan
Senyum adalah tips cara mempromosikan produk secara lisan

Gesture Selamat Datang untuk Menyapa Pengunjung:

  • Kepala sedikit menunduk sambil memberikan senyuman
  • Merapatkan kedua jari di depan dada
  • Lengan ditekuk di dada

Coach Hendra Hilman seorang pebisnis juga menyebutkan betapa pentingnya sebuah senyum. Seseorang yang menjual produknya langsung kepada calon pembeli atau sales itu perlu setiap saat untuk senyum.

Kamu harus menunjukkan bahwa kamu sangat senang dan antusias bertemu dengan calon pembeli.

LENGKAP tentang contoh kata kata promosi olshop.

2. Pelajari Pengunjung dengan Melihat Gesture

Cara mempromosikan produk secara lisan tidak mesti kita langsung menghampiri calon pembeli dan blak-blakan soal produk yang kita jual. Pertama, ketika pengunjung sudah kita sapa, “Selamat datang, silahkan.” Sambil diarahkan ke produk kia.

Kedua, kita lihat dulu gesture tubuhnya. Memperhatikan gesture ini cukup gampang yakni lihat cara dia memperlakukan produk kita.

  • Jika calon pembeli terlihat fokus memperhatikan produk dan tidak ingin diganggu, maka kita perlu menjaga jarak nyaman (Creating Space).
  • Jika calon pembeli terlihat ingin memperoleh informasi produk kamu, maka ini saatnya kamu menghampiri dan mulailah memperkenalkan produk kamu.

3. Jelaskan Produk Kamu

cara mempromosikan produk secara lisan
Yuk jelaskan produk kamu

“Itu adalah produk unggulan dari kami dan termasuk baru di Samsul.” Jelaskan spesifikasi produk secara ringkas. Ketika pengunjung bertanya, maka jawablah seinformatif mungkin. Saat kamu menjelaskan produk, arahkan pandangan kepada calon pembeli pastikan bahwa kamu menatap matanya.

Tetapi, ketika kamu mengalami grogi bisa lihat dahi atau hidung mereka. Latihlah diri agar bisa pede untuk menceritakan produk yang kamu miliki.

Baca juga: kata-kata untuk mencari reseller

Explore Consumer’s Needs

Pada bagian ini kita akan diajak untuk lebih jauh mengenal calon pembeli kita. Tentung cara promosi yang menarik tidak langsung mengambil langkah pertama dengan menawarkan produk. Tetap, berbasa-basi cantik dibutuhkan di sini.

4. Lontarkan Pertanyaan untuk Mengenali Pengunjung

Melontarkan pertanyaan ini sebenarnya bisa dilakukaan saat pengunjung mulai terlihat bertanya-tanya atau Ingin menggali informasi lebih lanjut.

Cari tahu tujuan dan kebutuhan mereka.

Kamu bisa bertanya dengan wajar untuk membantu kamu mengidentifikasi kebutuhan calon pembeli.

Ada beberapa bentuk pertanyaan yang bisa diajukan seperti pertanyaan tertutup, pertanyaan terbuka, pertanyaan investigasi, dan pertanyaan konfirmasi.

Pertanyaan Tertutup

Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang bisa dijawab dengan mudah oleh si konsumen seperti “ya” atau “tidak”. Contohnya, “Apakah bapak mencari HP merek Pipo?”

Pertanyaan Terbuka

Pada jenis pertanyaan ini kamu bisa lebih menggali lagi mengenai kebutuhan calon pembeli kita tersebut. “Kalau boleh tau nih buk, Ibu cari handphone yang seperti apa ya?”

cara mempromosikan produk secara lisan
cara mempromosikan produk secara lisan

Pertanyaan Investigasi

Selanjutnya ketika belajar tentang cara mempromosikan produk secara lisan, kamu juga perlu tahu tentang jenis pertanyaan investigasi. Pertanyaan seperti ini diajukan untuk lebih memastikan keinginan calon pembeli seperti “Handphone seperti apa yang terbaik untuk gaming menurut Anda?

“Kalau dari handphone yang sekarang Bapak pakai, Bapak paling suka apa?” Dan pertanyaan investigasi lainnya yang memungkinkan kamu tahu kebutuhan konsumen.

Pertanyaan Konfirmasi

Pertanyaan konfirmasi ini adalah pertanyaan yang hampir mengarahkan kamu pada closing penjualan. Artinya si calon pembeli sudah benar-benar tertarik dengan produk yang kamu tawarkan. Kamu juga perlu lebih meyakinkannya lagi. Contohnya “Fitur mana dari handphone ini paling bapak suka?”

Nah, itu dia cara mempromosikan produk secara lisan pada bagian Explore Consumer’s Needs untuk mencari tahu kebutuhan konsumen. Akan tetapi, jika memang konsumen tidak jadi untuk membeli, ikuti cara terakhir di bawah ini.

5. Jadilah Tuan Rumah yang Baik

Setiap melakukan promosi produk secara lisan tentu Kartu nama atau brosur.

Bagi kamu yang menggunakan kartu nama, perhatikan desain dan kualitasnya. Pilih kertas yang tidak mudah lecek dan desain sebagus mungkin. Walaupun pada saat itu tidak terjadi closing, bisa jadi ia akan menghubungimu di kemudian hari.

Begitu juga dengan brosur, walaupun sudah sedemikian detail kamu menginformasikan tentang produkmu mereka akan dengan mudah melupakannya. Triknya kasih mereka brosur, walaupun ya sekali lagi tidak terjadi closing penjualan. Tetap jadi Tuan Rumah yang baik.

Yuk, tingkatkan penjualan dengan menjual produk di berbagai tempat promosi jualan online ini.

Demikian artikel mengenai cara mempromosikan produk secara lisan dari Wong Cerdas. Memang kelihatannya sepele, tapi siapa sangka hal ini banyak luput dari perhatian orang-orang. Pada judul saya menuliskan 99% WORK, 1%-nya kembali pada kehendak Sang Pencipta. Semangat berbisnis!

Bagikan:

Tinggalkan komentar