Cara Bisnis Baju Distro Kecil-kecilan yang Mudah Dipraktekkan

Anak muda jaman now biasanya merasa keren kalau sudah pake baju distro. Besarnya minat pada produk distro membuat peluang usaha ini menjadi semakin besar. Tak heran banyak pebisnis distro yang jadi sukses.

Tertarik mengikuti jejak mereka? Yuk simak cara bisnis baju distro kecil-kecilan di bawah ini : 

Apa itu Bisnis Distro?

Sebelum terjun dalam bisnis ini kamu harus mengetahui dengan pasti dulu apa yang dimaksud dengan distro itu sendiri. 

Distro merupakan singkatan dari distribution store. Distro termasuk perusahaan apa? Distro bukanlah sebuah perusahaan melainkan salah satu jenis toko di Indonesia yang menjual pakaian atau aksesoris dari orang lain atau buatan sendiri namun produk yang dijual biasanya tidak diproduksi massal dengan tujuan mempertahankan nilai eksklusifnya.

Distro sendiri masuk dalam kategori bisnis kecil menengah dan identik dimiliki, dikelola, atau dikembangkan oleh anak muda. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara bisnis baju distro kecil-kecilan, yuk baca juga perbedaan distro dan clothing di bawah ini.

Apa Perbedaan Distro dan Clothing?

Seperti yang sudah dijelaskan diatas distro merupakan toko yang menjual suatu produk. Sedangkan, clothing merupakan perusahaan yang membuat produk tersebut dan dipasarkan kepada outlet yang terikat dengan kerjasama. 

Cara Bisnis Baju Distro Kecil-kecilan

Distributor merupakan salah satu bisnis yang memiliki peluang cukup besar dan menguntungkan namun tidak memerlukan modal yang besar. Lantas berapa modal untuk usaha distro? Bisnis ini bisa dimulai dengan modal kurang dari 20 juta rupiah bisa lebih kecil lagi apabila sudah punya tempat atau dijalankan secara online. 

Langkah awal memulai bisnis kaos distro adalah mempelajari segala hal yang berkaitan dengan distro itu sendiri. Selanjutnya adalah dengan menyusun rencana usaha diantaranya : 

  1. Menyiapkan modal. Ini adalah hal pertama dilakukan di cara bisnis baju distro kecil-kecilan.
  1. Menentukan konsep penjualan apakah mau secara offline atau online, nantinya konsep ini akan mempengaruhi pemilihan tema, lokasi, serta target pasar. 
  1. Menentukan lokasi penjualan apabila dijual secara offline. Pilihlah lokasi yang mudah dijangkau dan yang paling penting dekat dengan target bisnis kamu. Misalnya target kamu adalah mahasiswa maka kamu bisa membuka outlet dekat dengan universitas atau kampus. 
  1. Menentukan tema, distro terkenal memiliki ciri khas yang beda dari toko lain baik dari segi produk yang dijual maupun desain interior dan eksteriornya.  
  1. Agar produk yang kamu jual laku keras buatlah desain yang unik dan mengikuti trend. 
  1. Berikan penawaran berupa diskon atau harga yang bersahabat. 
  1. Manfaatkan sosial media sebagai salah satu cara bisnis distro pemula untuk melakukan promosi. 

Perhitungan Modal Awal Usaha Distro

Cara bisnis distro pemula anti gagal adalah sebagai berikut : 

  1. Pilih lokasi strategis untuk usaha. 
  2. Mencari supplier yang mau diajak kerjasama dan mau memberikan harga murah. 
  3. Mengikuti dan menjual produk yang lagi trend. 
  4. Tidak memasang harga terlalu mahal. 
  5. Banyak memberikan reward kepada pelanggan. 
  6. Mengusung tema unik pada outlet. 

Berikut analisa modal awal untuk bisnis distro bagi pemula : 

Modal awal :

  1. Rak lemari @500.000 x 4 = Rp 2.000.000
  2. Hanger @15.000 x 20 = Rp 300.000
  3. Meja kursi kasir = Rp 500.000 
  4. Speaker = Rp 500.000
  5. Papan nama distro = Rp 400.000 

Total : Rp 3.700.000 

Biaya operasional : 

  1. Kaos dan fashion lain yang sedang trend = Rp 7.000.000
  2. Biaya sewa per bulan = Rp 500.000
  3. Gaji pramuniaga per bulan Rp 2.500.000
  4. Listrik dan biaya lain lain = Rp 200.000

Total : Rp 10.200.000 

Pendapatan : 

Per hari mampu menghasilkan kurang lebih Rp 1.000.000, dari penjualan 10 potong produk fashion. 

Dalam sebulan libur 2x jadi 28 hari kerja. 

Maka pendapatan yang dihasilkan per bulan adalah Rp 1.000.000 x 28 hari = Rp 28.000.000 

Pendapatan bersih 

Pendapatan kotor – biaya operasional 

Rp 28.000.000 – Rp 10.200.000 = Rp 17.800.000. 

Tips Menjalani Bisnis Kaos Distro

Cara Bisnis Baju Distro Kecil-Kecilan
Cara Bisnis Baju Distro Kecil-kecilan

Sebagai pemula yang baru mencicipi bisnis ini tentu akan muncul banyak keraguan, dan ketakutan paling besar adalah produk yang dijual tidak laku dan akhirnya gulung tikar. Untuk mengantisipasi hal ini sebagai pemula kamu harus mengerti dan mempelajari cara bisnis baju distro kecil-kecilan di bawah ini: 

Cara Bisnis Kaos Pemula

Sebagai pemula jika belum yakin bisa membuat brand kaos sendiri sebaiknya mengambil kaos jadi dari perusahaan clothing. 

  1. Siapkan modal. Cara bisnis baju distro kecil-kecilan tidaklah besar modalnya. Kamu bisa memulai bisnis kaos ini dengan modal mulai dari 1 juta rupiah. 
  2. Cari supplier kaos yang murah namun berkualitas. Misalnya produsen yang berasal dari Bandung. 
  3. Pelajari trend yang sedang booming. 
  4. Tentukan konsep penjualan mau secara offline, online, atau keduanya. 
  5. Gunakan metode promosi melalui media sosial atau “getok tular” dengan cara memperkenalkan produk kamu kepada teman dekat, tetangga atau kerabat. 
  6. Branding produk dan jangan pasang harga terlalu tinggi. 
  7. Berikan pelayanan terbaik dan sesekali memberikan reward kepada pelanggan berupa diskon atau bonus. 

Cara Memulai Bisnis Kaos Brand Sendiri

Memiliki kaos dengan brand milik sendiri menjadi impian sebagian orang. Bagi kamu yang ingin memulai bisnis kaos dengan brand sendiri bisa banget ikuti cara bisnis baju distro kecil-kecilan berikut ini : 

  1. Langkah pertama untuk cara bisnis baju distro kecil-kecilan dengan brand sendiri adalah dengan mencari supplier kaos yang berkualitas dan murah. Sebaiknya pilih bahan kaos yang dapat menyerap tinta sablon dengan baik seperti katun spandex, dan katun combed. Bahan katun dapat menyerap keringat dengan baik dan tidak panas. 
  2. Pikirkan sebuah ide unik yang bisa dituangkan dalam kaos kamu. Dimana ide ini akan menjadi identitas serta ciri khas dari produk kamu. Misalnya dengan kata kata unik, atau kata kata yang di mix dengan gambar. Bisa juga dengan icon. 
  3. Belajar teknik menyablon yang baik dan benar serta menyiapkan semua peralatan yang dibutuhkan. Menyablon sendiri bisa mengurangi biaya sablon, tapi jika belum mahir bisa mencari jasa sablon. 
  4. Pemasaran. Langkah selanjutnya mengenai cara bisnis baju distro kecil-kecilan adalah menjual produk kamu, sebelum itu perlu dilakukan promosi untuk mengenalkan kaos kamu kepada orang lain. Caranya adalah dengan membuat iklan di media sosial, bekerja sama dengan selebgram untuk mempromosikan kaos kamu juga bisa jadi cara jitu untuk menarik minat calon pembeli. 
  5. Menentukan target pasar. Kepada siapa kaos kami dibuat dan dijual. Misal khusus untuk cowok remaja milenial. Pasar paling prospek adalah dikalangan anak SMA sampai mahasiswa. 

Cara Berbisnis Pakaian dengan Modal Sedikit

Mau bisnis pakaian dengan modal sedikit cara bisnis baju distro kecil-kecilan adalah dengan menjadi reseller. Tugas kami sebagai reseller hanyalah menjual pakaian dari supplier kepada pelanggan kamu. Jika berhasil terjual kamu akan mendapatkan keuntungan, kalaupun tidak laku kamu juga tidak rugi. 

Misalnya menjadi reseller baju gamis, dari supplier dihargai Rp 100.000, kamu bebas menawarkan kepada pelanggan kamu dengan harga berapapun. Tapi biasanya dark supplier memberikan anjuran untuk menjual dengan harga sekian agar tidak mematikan harga pasar. Dari Rp 100.000 berhasil terjual Rp 130.000. Kamu sudah untung Rp 30.000. 

Modal utama reseller adalah kemampuan marketing, dan smartphone saja. Apalagi pekerjaan ini bisa dijalankan oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja, tanpa modal yang besar. Cukup modal semangat dan niat saja sudah bisa jalan. 

Itulah tadi sedikit informasi seputar cara bisnis baju distro kecil-kecilan semoga dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan, sekian dan terimakasih. 

Bagikan:

Tinggalkan komentar