Astrazeneca Hadirkan Nexium, Baca di Aplikasi Dokter Online

Kehadiran aplikasi dokter online saat ini menjadi kabar gembira untuk kita semua, terkhusus untuk layanan konsultasi dengan dokter. Jika kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai Nexium, bisa baca detailnya di berbagai aplikasi dokter online.

AstraZeneca perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional tentu sudah tidak asing lagi. Selain memproduksi vaksin, ternyata perusahaan ini juga memproduksi berbagai kebutuhan farmasi seperti Nexium untuk mengatasi GERD.

Asam lambung atau GERD, tukak lambung, dan esofagitis erosif adalah beberapa penyakit yang dialami banyak orang. Penyakit tersebut dipicu oleh makanan, gaya hidup, dan penggunaan jangka panjang obat golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

Jika dibiarkan begitu saja, penyakit tersebut bisa berubah menjadi penyakit kronis. Salah satu solusi yang kerap dilakukan dokter untuk mengatasinya sebelum menjadi lebih parah adalah dengan memberikan obat nexium atau esomeprazole.

Nexium termasuk golongan obat keras, sehingga penggunaannya tidak boleh sembarangan. Lakukan konsultasi dokter online terlebih dahulu untuk mendapat saran terbaik terkait penggunaan obat nexium, bisa melalui aplikasi KlikDokter.

Selain GERD, tukak lambung, dan esofagitis erosif, nexium juga biasa digunakan untuk menangani sindrom Zollinger-Ellison dan eradikasi Helicobacter pylori (H. pylori). Berikut informasi selengkapnya mengenai nexium.

Harga Nexium

  • Harga Nexium 20 mg    : Rp150.000 – Rp260.000/strip
  • Harga Nexium 40 mg    : Rp157.500 – Rp285.000/strip
  • Harga Nexium Injeksi   : Rp125.000 – Rp200.000/box

Kegunaan Nexium

Nexium adalah obat dengan kandungan esomeprazole yang berguna untuk mengatasi sejumlah penyakit perut dan gangguan pencernaan yang disebabkan oleh kelebihan asam lambung. Obat ini masuk dalam kelas terapi antasida, anti ulserasi, dan antireflux.

Beberapa kondisi yang bisa diatasi dengan obat nexium, yaitu:

  • Dispepsia atau gangguan pencernaan, gejalanya meliputi mulas, mual, dan perut bagian atas terasa penuh dan nyeri.
  • Tukak lambung atau luka pada lapisan lambung, kerongkongan, atau usus.
  • GERD atau asam lambung, disebabkan oleh naiknya asam lambung karena otot LES (otot bagian bawah kerongkongan) yang lemah sehingga tidak bisa menutup dengan sempurna saat makanan telah turun ke lambung.
  • Sindrom Zollinger-Ellison yaitu kondisi di mana tumor menyerang pankreas yang merangsang produksi asam lambung secara berlebihan.
  • Penggunaan jangka panjang obat NSAID yang cenderung bisa memicu terjadinya tukak lambung.

Nexium termasuk obat yang bekerja sebagai proton pump inhibitor (PPI) atau dengan cara memblokir pelepasan asam yang terlalu banyak. Dengan demikian, keasaman pada lambung pun bisa berkurang dan pada akhirnya membantu pemulihan kerusakan pada kerongkongan dan lambung.

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Nexium

Beberapa aplikasi dokter online menyebutkan bahwa nexium termasuk obat keras. Karena termasuk obat keras, Anda tidak boleh menggunakan nexium sembarangan dan harus melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Ada pula beberapa peringatan yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan nexium untuk proses pengobatan, yaitu:

  • Beritahu dokter terkait obat apa saja yang sedang atau belum lama Anda konsumsi, termasuk vitamin, suplemen, dan St. John’s Wort, obat pengencer darah, HIV, metotreksat, dan obat antijamur.
  • Beritahu dokter jika Anda mempunyai riwayat alergi terhadap esomeprazole atau obat PPI lainnya seperti lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, dan rabeprazole.
  • Beritahu dokter jika Anda pernah atau sedang mengidap penyakit pernapasan, autoimun, ginjal, lupus, osteoporosis, liver kronis, dan kadar magnesium rendah.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang berencana hamil dalam waktu dekat, sedang hamil atau menyusui.

Nexium untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Aman?

Penggunaan nexium untuk ibu hamil dan menyusui perlu atas rekomendasi dari dokter. Sejumlah penelitian nexium pada hewan menemukan adanya perubahan fungsi organ dan tumbuh kembang janin. Namun, studi tersebut tidak bisa pasti berlaku pada manusia.

Saat ini belum ditemukan studi terkontrol nexium terkait adanya pengaruh penggunaan nexium terhadap ibu hamil dan janin dalam kandungannya, begitu pula pada ibu menyusui dan produksi ASI. Karena itu, bicarakanlah kepada dokter agar mendapat petunjuk aman sebelum mengonsumsi nexium.

Dosis dan Aturan Pakai Nexium

Karena termasuk golongan obat keras, nexium hanya bisa digunakan berdasarkan resep dokter.

Nexium baru bekerja dengan efektif dalam tubuh apabila dikonsumsi sesuai dosis yang benar. Penggunaan sembarangan hanya akan memunculkan efek samping. Detail aturan pakai bisa baca di aplikasi dokter online yang kini tersedia di App Store dan Play Store.

Secara umum, aturan penggunaan nexium berdasarkan kondisi, dosis, dan usia adalah sebagai berikut:

  1. Nexium tablet untuk GERD
  2. Dewasa: berikan 20 mg atau 40 mg untuk sehari sekali selama 4 minggu.
  3. Anak usia 1-11 tahun dengan BB 10-19 kg: berikan 10 mg untuk sehari sekali selama 8 minggu. Sementara anak dengan BB 20 kg, berikan 10 atau 20 mg untuk sehari selama 8 minggu.
  4. Nexium tablet untuk memberantas H.Pylori
  5. Dewasa: berikan 20 mg sebanyak 2 kali sehari selama 7 hari atau 40 mg sebanyak sekali sehari selama 10 hari. Gunakan sebagai terapi rangkap 3 dengan kombinasi amoxicillin dan klaritromisin.
  6. Anak usia lebih dari 4 tahun (BB <30 kg): berikan 10 mg sebanyak 2 kali sehari. Sementara BB 30 kg atau lebih berikan 20 mg sebanyak 2 kali sehari. Gunakan dengan kombinasi amoxicillin dan klaritromisin selama 7 hari.
  7. Nexium tablet untuk Sindrom Zollinger-Ellison
  8. Dewasa: berikan dosis awal 40 mg sebanyak 2 kali sehari. Bisa dilanjutkan dan disesuaikan tergantung dari respons.
  9. Nexium sediaan injeksi
  10. Mengatasi refluks esofagitis: berikan 40 mg untuk sehari sekali.
  11. Mengatasi gejala GERD: berikan 20 mg untuk sehari sekali.
  12. Mengatasi tukak lambung terkait NSAID: berikan 20 mg untuk sehari sekali.
  13. Mencegah pendarahan ulang tukak lambung dan duodenum, serta pemeliharaan homeostasis: berikan 80 mg dalam bentuk infus bolus selama 30 menit, lalu diikuti infus IV kontinu sebanyak 8 mg/jam selama 3 hari.

Efek Samping Nexium

Efek samping umum yang mungkin timbul selama penggunaan nexium di antaranya yaitu pusing, mual, perut kembung, diare, nyeri perut, muntah, konstipasi, dan mengantuk.

Lalu, segera hentikan penggunaan nexium dan hubungi dokter jika efek samping memburuk yang ditandai dengan darah pada urin, sesak napas, ruam disertai gatal-gatal, demam, dan kulit mengelupas atau melepuh.

Obat yang Harus Dihindari Nexium

Beberapa obat perlu dihindari selama mengonsumsi nexium yaitu atazanavir, nelfinavir, rifampisin, ketoconazole, digoxin, diazepam, dan aspirin. Hal ini untuk menghindari interaksi yang mengganggu tubuh dari nexium atau obat lainnya.

Baca Detail Informasi Obat di Aplikasi Dokter Online

Seperti yang sudah saya jelaskan di paragraf awal, saat ini kita patut bersyukur karena kehadiran aplikasi dokter online bisa memberikan banyak manfaat. Bahkan, aplikasi ini menyediakan layanan konsultasi dengan dokter lho.

Kita bisa langsung bertanya kepada dokter terkait obat atau tindakan medis khususnya yang bisa dilakukan sendiri. Jadi, jika kamu bingung terhadap suatu hal bisa langsung tanya dokter secara online.

Lalu, aplikasi dokter online apa yang menyediakan fitur tersebut? Bisa banget untuk mengunduh aplikasi KlikDokter di Google Play Store dan App Store.

Demikian artikel yang menjelaskan tentang kegunaan nexium, jangan lupa lakukan konsultasi lewat aplikasi dokter online dulu sebelum menggunakan obat ya.

Bagikan:

Tinggalkan komentar