Apa itu Web Hosting dan Jenis-jenis yang Perlu Diketahui

Kehadiran blog atau website tentu sangat penting saat ini. Darinya, kamu bisa mengembangkan skill menulismu dan bahkan mendapatkan pundi-pundi uang dari sana.  Namun, sebelum kamu mendapatkan beragam manfaat dari blog atau website, kamu harus mengaktifkannya dulu. Caranya dengan membeli web hosting. Apa itu web hosting? Sabar, bentar lagi dijelasin.

Sebelum membelinya, sebaiknya kamu belajar lebih dalam agar tak sering menemukan kesalahan. Kalau buru-buru, yaudah. Yuk, lanjut bahas apa itu web hosting!

Apa Itu Web Hosting?

Pengertian hosting adalah layanan secara online yang berfungsi untuk mengaktifkan aplikasi ataupun website yang ada di internet. 

Pengertian hosting dalam bahasa Indonesia dijelaskan juga di sini. Kalo versi KBBI hosting itu tidak ada karena hosting merupakan bahasa asing (bahasa Inggris) yang umum dipakai juga di Indonesia. 

Hosting adalah rumah yang disewa sebagai tempat website berteduh. Tentu kehadirannya sangat penting. Sebagaimana fungsinya, rumah adalah tempat untuk berlindung dan agar siapapun yang ada di dalamnya aman dan nyaman. Dalam hal ini, website kamulah yang menjadi penghuninya. 

Ketika kamu memilih untuk membeli suatu layanan hosting, bisa diibaratkan bahwa kamu sedang meminjam ruangan dalam suatu server. Ruangan tersebut, nantinya kamu gunakan sebagai tempat penyimpanan file dan data yang diperlukan agar website bisa berjalan secara optimal.

Jika kamu membeli web hosting, yang bisa didapatkan bukan hanya pengaktifan website. Kamu juga mendapatkan seorang web host yang tugasnya menjaga server selalu aktif dan tetap berjalan. Ini berguna agar website kalian bisa diakses kapan saja dan siapa saja.

Semoga dengan ini kamu bisa memahami lebih dalam tentang apa itu web hosting.

Kebutuhan untuk mengaktifkan dan mengoptimalkan kinerja suatu website, tak hanya dengan membeli atau menyewa jasa web hosting. Pemilik website juga butuh untuk membeli domain.

Lantas, hewan apa itu domain? Secara sederhana, domain adalah suatu nama yang memiliki keunikan dengan fungsi sebagai identitas di server komputer. Selain itu, domain juga berguna untuk mempermudah orang lain dalam mencari dan menemukan websitemu.

Domain punya beragam jenis seperti .net, .com, .info, .edu, .gov,. .org, .id. dan beberapa jenis lainnya. Pemilihan domain, itu tergantung pada tujuan kamu mendirikan website. Misalnya, domain .gov itu digunakan untuk website resmi milik pemerintah, .id menjadi indikator bahwa bahasa dan target pasarnya adalah orang Indonesia, dan lain-lain.

Baca juga yuk artikel lainnya:

Jenis-jenis Web Hosting

Apa itu web hosting
Apa itu web hosting?

Setelah menjawab apa itu web hosting dan definisi dari domain, jenis, serta fungsinya, saya ingin menjelaskan bahwa dalam web hosting, seringkali penyedia jasanya menawarkan beberapa jenis hosting yang akan digunakan. Contoh web hosting yang sering ditawarkan:

·        WordPress hosting

·        Cloud hosting

·        Dedicated server hosting

·        Shared hosting

·        Virtual Private Server (VPS) hosting

Kelima jenis hosting ini, tentu perlu biaya untuk menggunakannya. Hosting gratis hanya ada di dunia ideal yang tak ada. Kalaupun ada, fitur yang disediakan tidak akan senyaman web hosting yang berbayar. Jika kamu nggak percaya, coba saja cari.

Lalu, web hosting mana yang harus digunakan? Sabar, sebentar lagi akan dijelaskan secara gamblang.

1. WordPress Hosting  

Sesuai dengan namanya, hosting ini hanya dikhususkan untuk pengguna wordpress. Server yang disediakan sedemikian rupa diatur untuk wordpress. Di dalamnya sudah disediakan plugin yang sudah siap dipakai untuk keperluan keamanan dan caching.

Terkadang, hosting ini memberikan tambahan tema yang pre-designed, tool developer, dan page builder yang akan memudahkan kamu menggunakan wordpress. Kelebihan dari hosting ini adalah harganya murah, mudah digunakan untuk pemula, ada plugin dan tema yang pre-installed, dan bikin performa wordpress jadi tambah mantap.

Kekurangannya hanya dari kekhususannya itu, hanya untuk wordpress saja. Website lain tidak akan bisa menggunakannya.

2. Cloud Hosting

Hosting ini merupakan yang paling populer digunakan di pasaran lantaran tidak pernah sekalipun mengalami downtime. Kelebihan dari cloud hosting adalah alokasi resource bisa disesuaikan dengan yang kamu inginkan, website kamu tidak terpengaruh walaupun server hosting sedang error, tidak ada downtime, dan kamu hanya perlu membayar sesuai dengan fitur yang digunakan.

Terkait kekurangannya adalah biayanya yang naik-turun alias susah untuk diperkirakan dan akses terhadap root yang tidak selalu ada.

3. Dedicated Server Hosting

Kelebihan dari penggunaan dedicated server hosting ini adalah kamu bisa memiliki server sendiri yang hanya digunakan untuk situs yang kamu buat. Jadi penggunaannya sangat fleksibel. Kamu diberikan kontrol penuh terhadap konfigurasi server, memiliki jaminan keamanan, dan selalu tersedianya akses root server.

Namun, untuk menggunakan hosting ini, kamu perlu merogoh kocek lebih dalam lantaran harganya mahal. Dan, kamu harus memiliki pengetahuan teknis tentang manajemen server. Rumit pokoknya.

4. Shared Hosting

Apa itu web hosting
Apa itu web hosting ?

Bagi yang keuangannya sering megap-megap, mungkin shared hosting cocok bagi kamu. Harganya murah. Dan saat ini merupakan salah satu hosting yang paling populer di kalangan tukang otak-atik website. Namanya juga shared, artinya server website yang kamu miliki itu dipakai bersama dengan klien lain.

Ya, jadi semacam urunan untuk beli satu hosting gitulah. Shared hosting juga gampang digunakan, apalagi oleh orang yang malas dan buntu saat belajar bahasa pemrograman. Buat yang bebal saat belajar pemrograman juga cocok.

Tapi, ya, namanya hosting murah. Pasti ada kekurangannya. Kamu sama sekali tidak bisa mengatur konfigurasi server dengan bebas. Selain itu, kalau ada  website yang dalam satu server punya traffic tinggi, hal itu juga mempengaruhi kinerja website kamu. Ibaratkan ada beberapa orang dalam satu kamar. Ada satu orang yang kentut, orang lain yang dalam kamar tersebut pasti akan terganggu.

Kurang lebih begitu.

5. VPS Hosting

Terakhir, VPS Hosting. Keren ya ada singkatannya. Kalau ini yang ada di posisi tengah. Website yang kamu miliki memang tetap berbagi server seperti shared hosting. Tapi, kamu diberikan sedikit kelonggaran untuk mengelola server websitemu sendiri. Konon, server ini cocok untuk kamu yang lagi ingin kaya dengan menggeluti website bisnis.

Website bisnis kan traffic-nya tinggi, nah, biar nggak website nggak sering ngadat, gunakanlah VPS hosting ini. Kelebihannya seperti yang disebutkan di atas, kamu bisa sedikit mengatur server websitemu, bisa dikelola sendiri, traffic website lain nggak berpengaruh pada kinerja website kamu, dan beberapa kelebihan lain.

Tapi, ada harga yang harus dibayar. VPS hosting lebih mahal daripada shared hosting. Jadi tetap, kalau kamu kismin, mending cari yang murah-murah saja. Biar nggak tambah berat tanggunganmu.

Bagaimana, setelah dijelaskan jenis-jenisnya, apakah kamu masih ingat penjelasan apa itu web hosting? Kalau lupa, saya sarankan kamu untuk pergi ruqyah. Kalau lupa, baca lagi deh dari atas, tentang apa itu web hosting, fungsi, referensi untuk berlagak pintar di depan temanmu, menjalankan website, dan mungkin juga untuk cari duit lebih. Semoga artikel ini membantu! 

Bagikan:

Tinggalkan komentar