5+ Contoh Analisis SWOT Sekolah SD, SMP, SMA, SMK, Islami

Sudah banyak yang mengetahui bahwa analisis SWOT bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Selain untuk organisasi profit, SWOT juga bisa digunakan untuk organisasi non-profit. Misalnya, untuk keperluan Analisis SWOT Sekolah

Apa gunanya bagi sekolah? Jangan salah, sekolah masih memiliki tingkat persaingan antar lembaga. Artinya, sekolah membutuhkan analisis yang nantinya bisa menjelaskan tentang kelebihan, kelemahan, peluang, serta ancaman yang sangat bermanfaat bagi perkembangannya. 

Tanpa mengetahui rincian komponen dalam SWOT, sekolah bisa saja tidak diminati oleh orangtua yang ingin anaknya bisa mengenyam pendidikan. Bisa jadi, sekolah akan dicap biasa saja dan tidak baik untuk perkembangan anaknya. 

Setelah mengetahui pentingnya analisis SWOT sekolah, kamu juga perlu mengetahui tentang pengertian, manfaat, serta contoh dari analisisnya. Ulasannya sebagai berikut. 

Apa Itu Analisis SWOT Sekolah?

Analisis SWOT sekolah merupakan pengujian sederhana yang dilakukan terhadap sekolah untuk mengetahui beberapa komponen SWOT yang ada di dalamnya seperti kekuatan (strength), weakness (kelemahan), opportunity (peluang), dan threats (ancaman).

Bisa juga dikatakan sebagai upaya untuk mengidentifikasi beragam faktor yang ada dalam sekolah. Faktor-faktor inilah yang nantinya menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pihak sekolah. 

Mengapa Analisis SWOT Diperlukan Pada Pengelolaan Pendidikan di Sekolah?

Setelah mengerti tentang apa itu analisis SWOT sekolah, sekarang kamu harus tahu mengapa analisis SWOT itu penting bagi pendidikan di sekolah. 

Analisis SWOT sangat penting dilakukan untuk pengelolaan pendidikan agar lembaga pendidikan tersebut memiliki daya saing terhadap lembaga sejenis. Daya saing tersebut, bisa diberikan dengan added value atau nilai tambah dari suatu sekolah. 

Misalnya saja, di suatu daerah terdapat dua sekolah. Satu sekolah punya keunggulan akademik dan sekolah lainnya punya keunggulan di bidang akademik. Kedua keunggulan tersebutlah yang merupakan added value dari sekolah. 

Keduanya, digunakan sebagai ‘senjata utama’ untuk memenangkan persaingan hati para calon murid atau juga orangtuanya. Nantinya akan muncul pertimbangan, bahwa jika seorang anak ingin unggul dalam bidang akademik, maka silakan ke sekolah A. 

Begitu juga sebaliknya, jika seorang anak ingin unggul di bidang non-akademik, sangat tepat memilih sekolah B. 

Analisis SWOT, tujuannya untuk mengetahui apa saja yang menjadi daya tarik atau kelebihan. Bisa juga disebut strength (kekuatan). Kekuatan tersebut, nantinya dibandingkan dengan faktor atau komponen SWOT yakni kelemahan serta ancaman. 

Begitu juga dengan komponen lainnya. Jadi, analisis SWOT sekolah sangat diperlukan agar pengelolaan yang dilakukan bisa tepat sasaran dan bisa memicu keputusan dengan strategi yang tertentu yang dirasa efektif untuk meningkatkan daya saing. 

Selain itu, pada beberapa poin dalam analisis SWOT juga berguna jika suatu saat, sekolah membutuhkan evaluasi. Bisa dengan melihat pada poin kelemahan dan juga ancaman. 

Jika ingin mengembangkannya lebih lanjut, pihak sekolah bisa melihat komponen strength dan opportunities. Bisa mengupayakan penambahan keunggulan atau melihat lagi target yang harus dicapai. Begitu, kisanak. 

Kumpulan Analisis SWOT Sekolah

Analisis SWOT Sekolah
Contoh Analisis SWOT Sekolah

Gimana? Udah ngerti atau belum tentang definisi analisis SWOT sekolah dan kegunaannya? Kalau sudah, berikut ini akan saya berikan contoh program analisis SWOT sekolah. Tujuannya? Agar tidak bingung mencari referensi di tempat lainnya. Ini contoh lengkapnya dari berbagai jenis sekolah. 

1. Contoh Analisis SWOT Sekolah Dasar (SD)

Contoh analisis SWOT sekolah dasar pdf sebagai referensi untuk kamu adalah sebagai berikut. Ingat, referensi saja ya, jangan copy paste. 

Strength:

  1. Penerapan pendidikan karakter agar peserta didik memiliki budi pekerti yang luhur dan bisa diterapkan pada perilaku sehari-hari. 
  2. Berupaya membentuk sifat eksplorasi agar murid bisa mencari berbagai informasi serta mengetahui subjek pelajaran lebih luas dan lebih mendalam.
  3. Punya banyak siswa kompeten yang datang dari seluruh daerah. 
  4. SD favorit di daerah. 

Weakness:

  1. Terlalu banyak siswa sehingga kualitas peserta didik tidak bisa diawasi satu per satu. 
  2. Tugas administratif yang menumpuk karena siswa yang sangat banyak.
  3. Beban tugas yang terlalu tinggi bagi peserta didik. 
  4. Memiliki jam pelajaran yang lama dan belum ada metode untuk membuat peserta didik merasa betah dan nyaman di sekolah. 

Opportunity:

  1. Peserta didik memiliki nilai tambah di SMP favorit tujuannya. 
  2. Menjadi sekolah dengan kelengkapan fasilitas terbaik. 
  3. Sekolah menjadi rujukan utama orangtua jika menyekolahkan anaknya. 
  4. Teknologi informasi yang sudah bisa diakses oleh setiap guru.

Threats:

  1. Sekolah lainnya memiliki kurikulum yang fleksibel.
  2. Sekolah swasta lebih diminati—jika kasusnya pada analisis SWOT sekolah negeri. 
  3. Sekolah lain mulai menerapkan pengembangan minat bakat peserta didiknya. 
  4. Pemerintah memberikan peraturan agar kurikulum tidak bisa diganti sesuai dengan keinginan dan kebutuhan sekolah. 

2. Contoh Analisis SWOT Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Contoh analisis SWOT sekolah SMP biasanya sih sudah mulai ada sedikit perubahan dari sisi program dan kurikulum. Misalnya sebagaimana berikut:

Strength:

  1. Masuk dalam kategori sekolah bertaraf internasional. 
  2. Memiliki banyak jaringan lintas negara. 
  3. Sering melakukan student exchange. 
  4. Sekolah dilengkapi dengan fasilitas teknologi yang canggih. 

Weakness:

  1. Belum diterapkannya pendidikan karakter pada peserta didik. 
  2. Peserta didik hanya dari kalangan atas dan belum mengakomodir peserta didik dari kalangan menengah ke bawah, masih ekslusif. 
  3. Fasilitas yang diberikan sering disalahgunakan. 

Opportunity:

  1. Menjadi SMP pertama di daerah yang bertaraf internasional.
  2. Menjadi SMP favorit dan idaman para orangtua serta murid. 
  3. Menjadikan lulusan dipandang sebagai siswa unggulan. 

Threats:

  1. Sekolah lain yang memiliki murid dari berbagai kalangan atau inklusif. 
  2. Fasilitas yang disediakan membuat siswa menjadi malas dan manja. 
  3. Kemungkinan besar siswa tidak mengetahui sedikitpun tentang pendidikan karakter.

3. Contoh Analisis SWOT Sekolah Menengah Atas (SMA)

Sekarang, baru masuk ke sekolah di mana seseorang biasa mencari jati dirinya, yakni SMA. Untuk contoh analisis SWOT-nya adalah sebagai berikut:

Strength: 

  1. Punya banyak program ekstrakurikuler untuk mengembangkan minat bakat siswa. 
  2. Memiliki perpustakaan dengan koleksi buku lengkap. 
  3. Kantin dengan produk sehat dan kebersihan yang sangat terjaga. 
  4. Fasilitas auditorium untuk berbagai keperluan. 

Weakness:

  1. Beberapa fasilitas sekolah masih belum diperbaiki seperti kamar mandi dan AC di beberapa kelas yang sering melakukan aduan. 
  2. Ketersediaan guru yang sedikit dan sering ditugaskan di jam yang sama. 
  3. Tempat parkir yang sangat padat dan menyusahkan siswa ketika ingin mengeluarkan kendaraan. 
  4. Penentuan kelas ditentukan berdasarkan kecerdasan, tidak merata. 

Opportunity:

  1. Memiliki siswa yang bakatnya telah terasah dengan baik dalam ekstrakurikuler. 
  2. Menjadi SMA dengan perpustakaan terbaik di daerah.
  3. Menjadi rujukan bagi orangtua untuk menyekolahkan anaknya. 

Threats:

  1. Sekolah lain yang memiliki jumlah guru yang cukup atau bahkan banyak. 
  2. Kompetitor memiliki kurikulum yang bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. 
  3. Pemerintah tidak membebaskan siswa memilih minat dan jurusan sesuai dengan keinginan. 

4. Contoh Analisis SWOT Sekolah SMA Swasta

Contoh Analisis SWOT Sekolah
Contoh Analisis SWOT Sekolah

Analisis SWOT sekolah swasta khusus SMA, contohnya adalah sebagai berikut:

Strength:

  1. Sekolah telah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. 
  2. Kegiatan belajar mengajar yang sudah menggunakan teknologi canggih. 
  3. Ketersediaan berbagai fasilitas mulai dari perpustakaan, kantin, kamar mandi, tempat parkir, aula, dan lain sebagainya yang sangat terjaga kualitasnya. 
  4. Siswa dibebaskan untuk memilih jurusan dan minat yang diinginkannya tanpa perlu tes agar perkembangannya maksimal. 

Weakness:

  1. Biaya masuk sekolah SMA swasta masih cenderung mahal bagi sebagian orang. 
  2. Siswa yang lebih sedikit daripada siswa negeri. 
  3. Siswa memiliki watak yang tidak bisa diatur. 

Opportunity:

  1. Menjadi pilihan sekolah yang tepat agar murid menjadi lulusan berkualitas. 
  2. Menjadi satu-satunya sekolah yang menerapkan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. 
  3. Lulusan yang sudah pandai berbahasa inggris. 

Threats:

  1. Sekolah negeri yang memiliki biaya masuk dan SPP yang lebih murah. 
  2. Siswa lulusan kurang bisa bersosialisasi karena teman hanya dari satu sekolah. 
  3. Universitas belum menjadikan sekolah sebagai rekomendasi. 

5. Contoh Analisis SWOT Sekolah SMK

Bagi sekolah SMK yang lebih mengedepankan keterampilan dan kemampuan untuk langsung bekerja para siswanya, berikut ini contoh analisis SWOT-nya:

Strength:

  1. Pilihan jurusan yang beragam. 
  2. Fasilitas yang lengkap dalam setiap jurusan. 
  3. Kurikulum praktik yang memudahkan siswa mengembangkan keterampilannya. 
  4. Memiliki relasi dengan berbagai tempat usaha yang membuat lulusan bisa langsung bekerja. 
  5. Guru yang kompeten di bidangnya. 

Weakness:

  1. Kurikulum lebih ditekankan pada praktik langsung. 
  2. Siswa cenderung kurang memahami teori dan konsep. 
  3. Belum ada siswa berprestasi. 
  4. Masih ada guru yang tidak mengajarkan teori di kelas. 

Opportunity:

  1. Menjadi sekolah pilihan bagi yang ingin langsung bekerja. 
  2. Bisa menjadi SMK dengan lulusan yang berhasil di dunia kerja. 
  3. Menjadi tempat bagi banyak pelaku usaha untuk mengambil pegawai atau karyawan dari SMK. 

Threats:

  1. Masih banyak yang lebih tertarik ke sekolah SMA. 
  2. Adanya anggapan kalah gengsi di masyarakat. 
  3. Label SMK memiliki siswa yang sering tawuran.
  4. Kurikulum yang belum diperbaharui.

6. Contoh Analisis SWOT Sekolah Islam

Biasanya, untuk sekolah Islam lebih memberikan penekanan pada pendidikan karakter, sikap, sifat, dan akhlak yang mulia bagi peserta didiknya. Begini contoh analisis SWOT-nya. 

Strength:

  1. Menekankan pendidikan karakter bagi siswa dengan sangat ketat. 
  2. Memiliki siswa yang berbudi luhur dan berperilaku baik. 
  3. Bisa melakukan penyesuaian kurikulum. 
  4. Memiliki banyak kurikulum keagamaan. 

Weakness:

  1. Belum bisa mengadopsi teknologi canggih dalam penerapan belajar mengajar. 
  2. Fasilitas dalam sekolah yang masih belum terurus dengan benar. 

Opportunity:

  1. Rujukan sekolah islam terbaik bagi anak didik. 
  2. Banyak orang tua yang mempercayakan pendidikan agama di sekolah. 
  3. Menjawab harapan banyak orang yang menyayangkan perilaku kurang baik.
  4. Dipercaya bisa mencegah pergaulan bebas karena kurikulum yang diberikan. 
  5. Siswa dipercaya tidak akan terbawa dampak negatif arus besar teknologi canggih. 

Threats:

  1. Teknologi canggih yang sudah berkembang namun belum bisa digunakan. 
  2. Banyak orang yang masih memilih sekolah yang mengutamakan kecerdasan dan prestasi. 
  3. Label bahwa sekolah Islam tidak memberikan pelajaran umum yang benar. 

Penutup

Analisis SWOT memiliki kepanjangan seperti kekuatan (strength), weakness (kelemahan), opportunity (peluang), dan threats (ancaman). Tidak hanya populer untuk menganalisis suatu bisnis, tetapi juga bisa digunakan untuk menganalisis suatu instansi termasuk instansi pendidikan.

Emang apa sih gunanya? Analisis SWOT sekolah bisa menjadi pertimbangan bagi pengambil kebijakan di instansi tersebut. Dengan melakukan analisis SWOT, instansi pendidikan bisa mengevaluasi kinerja lembaga tersebut untuk masa lalu dan merencanakan masa depan.

Instansi pendidikan saat ini saling bersaing untuk mewujudkan sekolah yang diminati banyak masyarakat. Analisis SWOT lah yang akan melihat tentang kelebihan, kelemahan, peluang, serta ancaman yang sangat bermanfaat bagi perkembangannya.

Kami telah memberikan contoh analisis SWOT dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA yang bisa menjadi acuan. Semoga bermanfaat.

Bagikan:

Tinggalkan komentar