Analisa Usaha Ternak Ayam Potong Kemitraan & List Perusahaan

Ayam potong atau ayam broiler merupakan rasa ayam pedaging. Jenis ayam inilah yang setiap kali kamu temukan di pasar dan kamu makan. Karena daging ayam ini sudah menjadi salah satu komoditi makanan, maka banyak orang yang mulai bisnis ayam broiler. Jika kamu adalah orang yang tertarik untuk bisnis ini, yang perlu kamu lakukan adalah melakukan analisa usaha ternak ayam potong kemitraan terlebih dahulu.

Maksudnya begini, ada dua cara untuk berbisnis ayam potong. Pertama, kamu melakukan sendiri yang tentu modalnya banyak, terus yang kedua, kamu bisa mengambil langkah kemitraan. Istilahnya kamu menjalin kerjasama dengan perusahaan. Hal itu supaya modal yang kamu keluarkan tidak terlalu banyak.

Setelah kamu memutuskan untuk berbisnis ayam potong atau broiler dalam bentuk kemitraan, ada beberapa langkah yang mesti kamu tempuh. Langkah-langkah tersebut akan saya bahas melalui artikel ini. Jadi kamu bisa mulai menyimak langkahnya, dan kemudian bisa dipraktikkan.

Perhitungan Kemitraan Ayam Broiler

Langkah awal yang wajib kamu lakukan dalam analisa usaha ternak ayam potong kemitraan adalah dengan melakukan perhitungan. Perhitungan inilah yang membikin usahamu jauh lebih terukur, dan terkesan tidak asal-asal. Bagaimana perhitungan dalam analisis usaha ayam broiler pola kemitraan?

  1. Kamu mesti menyiapkan kandang untuk ayam broiler yang hendak diternak. Saya simulasikan kamu akan berternak 100 ekor ayam. Itu artinya kamu perlu menyiapkan dana Rp 500.000 per tahun untuk menyewa tanah beserta kandangnya.
  2. Jika kamu ingin mempekerjakan orang lain, hitung gajinya. Misalnya gaji pekerjanya satu periode Rp 800.000
  3. Biaya untuk bibit ayamnya sendiri per kardus ada 100 ekor, seharga Rp 950.000 (Dibayar setelah panen).
  4. Kemudian ada biaya pakan ayam broiler. Harganya per kwintal Rp 550.000. Pakan yang diperlukan per periodenya 3,5 kwintal = Rp 1.925.000 (Dibayar usai panen).
  5. Biaya vaksin dan obat Rp 200.000.
  6. Maka biaya total yang dibutuhkan Rp 4.375.000. Karena ini kemitraan, kamu bisa membagi dua modal dengan perusahaan. Jadi 50:50, maka yang dibutuhkan modal kamu sekitar Rp 2.187.500.
  7. Lalu untuk keuntungannya, biasanya dari 100 ekor 94% bisa dipanen, berarti 94 ekor. Per ayam umumnya memiliki berat 1,5 kg.
  8. Kamu harus mencari tahu dulu berapa harga ayam broiler di pasaran. Misalkan harga per ekornya Rp 51.000 dikali 141 kg (Bobot 94 ekor ayam) = Rp 7.191.000.
  9. Hasil penjualan tersebut kemudian dikurangi biaya-biaya tadi. Rp 7.191.00-Rp 4.375.00 = Rp 2.816.000.
  10. Karena ini kemitraan, keuntungannya dibagi dua menjadi Rp 1.408.000 per sekali panen.
  11. Selain membagi modal, dengan pola kemitraan, kamu juga bisa hanya bermodal Rp 1.300.000 (uang pekerja dan sewa kandang). Tapi tentu dengan perhitungan yang lain lagi.

Harga Kontrak Kemitraan Ayam Broiler 2021

Analisa Usaha Ternak Ayam Potong Kemitraan
Analisa Usaha Ternak Ayam Potong Kemitraan tentang Harga

Selain perhitungan tadi, dalam melakukan analisa usaha ternak ayam potong kemitraan, kamu harus mengetahui dulu berapa harga kontrak kemitraan ayam broiler. Mengetahui harga ini penting karena hal ini menentukan langkah kamu berikutnya, terutama dalam urusan menentukan modal, harga, dan keuntungan.

Baca juga:

Setiap tahunnya, harga kontrak kemitraan berubah-ubah. Nah untuk tahun 2021, kabarnya harga kontrak kemitraan ayam broiler mencapai Rp 19.000 per kilogram pada Maret 2021 kemarin. Nah setelah mengetahui harga kontrak kemitraan ayam broiler, kamu bisa melanjutkan analisa usaha ternak ayam potong kemitraan selanjutnya.

Analisa Usaha Ayam Broiler 5000 Ekor

Buat kamu yang sangat semangat buat bisnis ayam broiler, dan kepingin untung gede, tentu kamu harus menambah biaya dan modal kamu. Kamu bisa mulai melakukan analisa usaha ternak ayam potong kemitraan untuk 5000 ekor ayam broiler. Bagaimana analisanya? Berikut saya kasih gambaran kasarnya.

1. Biaya Modal atau Investasi yang harus kamu keluarkan

Membangun kandang untuk ayam broiler seharga Rp 70.000.000
Peralatan dan tetek bengek kandang seharga Rp 20.000.000
Total biayanya menjadi Rp 90.000.000

2. Biaya Modal atau Investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan

Bibit ayam broiler (doc) (4500 x 5000 ekor) = Rp 22.500.000
Pakan untuk ayam broiler Rp. 104.000.000
Vaksin, Obat, dan lain sebagainya Rp 1.250.000
Total biaya yang dikeluarkan mitra adalah Rp 127.750.000 (untuk sapronak)

Selain itu, ada biaya operasional yang meliputi:

Gaji karyawan, misalnya 2 orang Rp 3.500.000
Bahan-bahan supply Rp 2.500.000
Lain-lain Rp 7.000.000

Jadi total untuk biaya operasional adalah sebesar Rp 13.000.000. Maka biaya sapronak dan operasional untuk satu periode panen adalah Rp 140.750.000

3. Hitungan hasil panennya

Persentase ayam broiler yang hidup yaitu 95% maka Rp 149.625.000
Karung pakan dan kotoran ayam Rp 450.000
Total hasil panennya menjadi Rp 150.075.000

4. Potensi keuntungan ternak ayam broiler 5000 ekor

Rumusnya: Hasil Panen – Biaya Produksi

Rp 150.075.000 – Rp 140.750.000 = Rp 9.325.000

Baca juga artikel menarik tentang Ternak Ayam:

Keuntungan Ternak Ayam Potong Kemitraan

Analisa Usaha Ternak Ayam Potong Kemitraan
Analisa Usaha Ternak Ayam Potong Kemitraan

Pola kemitraan ini menjadi salah satu yang favorit digunakan oleh pebisnis yang mulai usaha ternak ayam potong. Ihwal melakukan analisa usaha ternak ayam potong kemitraan ini, kamu mesti tahu apa sih keuntungan ternak ayam potong kemitraan. Sehingga dalam analisa ternak ayam potong kemitraan yang kamu lakukan itu tepat atau minimal tidak melenceng terlalu jauh. Berikut ini keuntungan-keuntungan tersebut.

1. Harga Dapat Lebih Tinggi dari Harga Pasar

Peternak dalam hal ini bisa mendapatkan harga lebih tinggi daripada harga di pasaran. Hal ini karena ada kesepakatan terlebih dahulu antara peternak dan kemitraan atau perusahaan. Nah, dari kesepakatan inilah bisa berpeluang mendapatkan harga yang lebih tinggi dari perusahaan.

2. Sapronak Ditanggung oleh Kemitraan

Sapronak adalah akronim dari Sarana Produksi Ternak. Sistem kemitraan ini menguntungkan kamu karena biaya sapronak akan ditanggung oleh kemitraan. Biaya sapronak tersebut meliputi bibit, pakan, vaksin, dan obat-obatan.

Kerugian Ternak Ayam Potong Kemitraan

Melakukan analisa usaha ternak ayam potong kemitraan selain perlu mengetahui keuntungan, kita tentu saja harus mengerti apa kerugian yang bakal didapat. Sebab usaha atau bisnis apa pun tentu ada resiko kerugiannya. Lalu apa saja kerugian dari usaha ternak ayam potong kemitraan?

1. Bagi Hasil Tidak Merata

Tentu sebagai peternak kamu akan mustahil mendapatkan keuntungan lebih banyak. Sebab nanti perusahaan inti atau kemitraanlah yang bakal mendapatkan persentase keuntungan lebih tinggi. Hal ini lantaran mereka punya modal dan nilai investasi lebih banyak ketimbang peternak.

2. Potongan Harga Ayam

Jika ada ayam yang sakit atau cacat, pasti akan ada potongan harga. Hal ini biasanya sangat riskan terjadi mana kala iklim dan cuaca kurang bersahabat. Jika harga ayam dipotong, maka keuntungan pun bakal sedikit.

3. Ketidakjujuran

Bukan tidak mungkin kalau nantinya perusahaan akan berlaku tidak jujur kepada peternak. Misalnya dengan tidak memberikan biaya pasti yang mesti dikeluarkan peternak. Hal semacam ini kerap terjadi pada perusahaan atau kemitraan yang meminjamkan biaya sapronak, kemudian peternak harus membayarnya setelah panen. Namun, perusahaan yang tidak jujur akan meninggikan biaya sapronak dari harga semestinya.

Pernah terpikir mau ternak entok? Coba baca cara ternak entok.

Daftar Perusahaan Kemitraan Ayam Broiler

Setelah saya kasih tahu analisa usaha ternak ayam potong kemitraan, maka berikutnya saya akan memberikan beberapa daftar perusahaan kemitraan ayam broiler. Siapa tahu kamu tertarik untuk mengajukan ke perusahaan berikut.

1.      PT. Japfa

2.      PT. Pokphand

3.      PT. Sidoagung Group

4.      PT. Brantas Abadi Sentosa

5.      PT. Malindo

6.      PT. Ciomas Adisatwa

Demikian ulasan saya mengenai analisa usaha ternak ayam potong kemitraan. Tadi saya sedikit sudah menyinggung juga sedikit contoh kontrak kemitraan ayam broiler. Ya meskipun hanya pada poin pembagian modal dan keuntungan. Namun begitu saya harap ulasan ini bisa bermanfaat.

Bagikan:

Tinggalkan komentar